Sungai Ogan dan Lengkayap mengalami kenaikan tinggi muka air. Berdasarkan alat pemantau water gauge di beberapa titik pada Rabu (15/4) pukul 17.00 WIB, kenaikannya hingga 1 meter. Masyarakat diminta waspada karena potensi banjir bisa meluas.
"Dari hasil pemantauan dengan alat water gauge yang dilakukan di tiga titik lokasi, terjadi kenaikan TMA di Sungai Ogan dan Lengkayap hingga 1 meter. Kenaikan ini akibat hujan deras tadi malam dan kiriman dari hulu," ujar Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi, Rabu (15/4/2026).
Ketiga titik lokasi pemantauan itu berada di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Ulu Ogan. Pada alat pemanta di lokasi ini, TMA mencapai 187,08 cm atau mengalami kenaikan sekitar 117,08 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di Desa Gunung Liwat, Kecamatan Pengandonan, terjadi kenaikan 115,11 cm dan di Desa Sukaraja, Kecamatan Lengkiti terjadi kenaikan 40,33 cm.
"Untuk saat ini, kondisi air di beberapa titik masih mengalami kenaikan. Kami mengimbau masyarakat yang berada di bantaran daerah aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir apabila terjadi peningkatan debit air secara terus-menerus, terutama di wilayah yang rawan terdampak luapan sungai.
"Kita masih terus memantau perkembangan TMA ini dan segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi kenaikan air yang signifikan," jelasnya.
Sebelumnya di beritakan, puluhan rumah terdampak banjir akibat tingginya curah hujan sejak Selasa (14/4) malam. Disebut jika banjir mengakibatkan 43 unit rumah dengan 43 KK dan 187 jiwa terdampak banjir. Ketinggian banjir bervariasi, antara 10 hingga 80 sentimeter.
