IRT Tewas dalam Banjir di Lampung Ternyata Rumahnya Dihantam Tanggul Jebol

Sumatera Selatan

IRT Tewas dalam Banjir di Lampung Ternyata Rumahnya Dihantam Tanggul Jebol

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 15 Apr 2026 14:40 WIB
Ilustrasi pasutri tewas berpelukan
Ilustrasi tewas (Foto: Dok.Detikcom)
Bandar Lampung -

Ibu rumah tangga (IRT) bernama Dewi Melani (32), tewas saat terjadi banjir di Bandar Lampung. Korban tewas setelah tubuhnya terbawa air usai rumahnya dihantam tanggung yang jebol.

Saat kejadian, di rumah itu bukan hanya Dewi, tetapi juga ada suami dan iparnya yang ikut hanyut.

Sobirin warga setempat mengatakan saat itu Dewi dan keluarganya masih berada di dalam rumah untuk menyelamatkan perabotan rumah tangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumahnya itu jebol kena tanggul, tanggulnya kan jebol juga karena tadi malam itu memang deras sekali airnya. Ibu Dewi itu sama suaminya dan keluarga lainnya masih beres-beres pada saat itu," katanya, Rabu (15/4/2026).

Kemudian, Sobirin mengatakan, Dewi dan suami hingga iparnya langsung terseret air. Nahas, pegangan Dewi terlepas dari tangan suaminya hingga akhirnya ia ditemukan tewas.

ADVERTISEMENT

"Waktu terseret itu, pegangan dia sama suaminya tapi ke lepas. Suami dan iparnya ini selamat dibantu warga, tapi korban ini nggak ke tolong," jelasnya.

Sobirin berharap peristiwa tewasnya Dewi yang menjadi korban banjir Bandar Lampung tidak terulang kembali. Ia meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk fokus perbaikan aliran sungai.

"Pemerintah itu harusnya fokus ke perbaikan drainase, Ibu Walikota stop bangun gapura atau apa. Tolong fokus perbaikan agar Bandar Lampung ini nggak banjir lagi," ujarnya.

Sebelumnya, banjir yang terjadi di hampir seluruh Kota Bandar Lampung menyebabkan ribuan rumah warga terendam banjir. Peristiwa ini juga menyebabkan seorang warga tewas terseret banjir.

Adapun identitas korban bernama Dewi Melani seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kecamatan Garuntang, Bandar Lampung.

Dewi tewas terbawa arus air setelah rumahnya terendam air yang disebabkan luapan sungai yang tak kuat menahan debit air dari hujan deras yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) sore hingga tengah malam.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads