UMKM Sumsel Bakal Ekspor Olahan Batok Kelapa ke Prancis, China hingga Taiwan

Sumatera Selatan

UMKM Sumsel Bakal Ekspor Olahan Batok Kelapa ke Prancis, China hingga Taiwan

Ani Safitri - detikSumbagsel
Kamis, 09 Apr 2026 11:21 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto bersama Gubernur Sumsel Herman Deru (Foto: Ani Safitri)
Palembang -

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap menembus pasar Eropa. Produk olahan limbah batok kelapa asal Bumi Sriwijaya ini ditargetkan segera di pasarkan ke Prancis, China, hingga Taiwan.

Langkah besar ini diinisiasi oleh komunitas pengusaha muda yang tergabung dalam Sultan Muda (Sumsel Utusan Muda). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengubah limbah menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

"Kita akan ekspor perdana turunan kelapa. Jadi bukan kelapanya yang kita ekspor, tapi turunannya (olahan batok). Datang ke tiga negara China, Taiwan, dan Prancis," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inovasi ini memanfaatkan kreativitas anak muda dalam mengolah batok kelapa menjadi produk bernilai tambah, seperti arang (charcoal) dan produk turunan lainnya. Potensi ini dinilai luar biasa mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Sumatera Selatan.

Proses ekspor ini ditargetkan mulai terealisasi dalam kurun waktu 20 bulan ke depan melalui persiapan yang matang dan penguatan ekosistem digital.

ADVERTISEMENT

"Ada anak muda dari Sultan Muda yang kumpulin batok kelapa, dijadikan arang, lalu diekspor ke China. Untuk yang ke Prancis, itu sudah dalam bentuk olahan yang disempurnakan lagi," tambahnya.

Rencana ekspansi ke pasar global ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Sumsel telah mencatatkan rapor hijau dalam aktivitas ekspor perdana produk otomotif.

Tercatat, sejak tahun lalu, Sumsel telah sukses melakukan ekspor mobil sebanyak 16 kali pengiriman dengan tujuan Malaysia dan Australia. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM sektor lain untuk mengikuti jejak serupa.

Untuk memuluskan target tersebut, Pemprov Sumsel kini tengah membangun integrasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bekerja sama dengan Staf Khusus Presiden.

Langkah ini bertujuan untuk memetakan database pengusaha muda dan mempermudah akses pembiayaan. Hingga saat ini, komunitas Sultan Muda telah menaungi 8.023 pengusaha yang siap membawa produk lokal Sumsel ke kancah internasional.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads