Pada Sabtu (28/2/2026) dunia digemparkan oleh serangan gabungan Israel-Amerika Serikat ke Iran. Salah satu dampaknya memicu penutupan Selat Hormuz.
Dilansir detikFinance, Selat Hormuz adalah jalur vital untuk pasokan energi dunia dan pangan di kawasan Teluk. Sekitar 20% pasokan energi dunia melintasi selat tersebut.
Bagi negara-negara di kawasan Teluk, Selat Hormuz bukan sekadar rute perdagangan, tetapi juga jalur hidup bagi lebih dari 100 juta orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun selain Selat Hormuz Iran apakah ada jalur perdagangan lain yang memegang peranan penting? Berikut detikSumbagsel sajikan informasinya. Yuk, simak!
7 Jalur Perdagangan Dunia yang Penting Selain Selat Hormuz
1. Terusan Suez
Dilansir dari jurnal Keamanan Jalur Maritim Strategis: Analisis Perbandingan Strategi Pengelolaan Terusan Suez dan Terusan Panama dalam Perspektif Keamanan Non-Tradisional dan Kompleks Interdependensi oleh Sheila Bulan Mustikasari dan kawan-kawan, Terusan Suez menjadi salah satu jalur perdagangan penting dunia.
Terusan Suez dibangun pada tahun 1859-1969 oleh perusahaan Compagnie Universelle du Canal de Suez di bawah arahan Ferdinand de Lesseps. Terusan Suez terletak di Mesir, menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah, sehingga menjadi penghubung utama antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia.
Sekitar 12% perdagangan dunia melalui jalur ini, termasuk 8% dari total perdagangan minyak global. Keberadaan terusan Suez menurunkan jarak tempuh lebih dari 7.000 KM dari Eropa ke Asia dibandingkan harus memutar Tanjung Harapan.
Karena nilainya yang strategis ini menjadikan Suez sebagai titik vital dalam rantai pasok global, di mana gangguan sekecil apapun dapat menimbulkan efek domino pada harga energi dan biaya logistik dunia.
2. Terusan Panama
Masih di sumber yang sama, pembangunan Terusan Panama diawali oleh Prancis pada 1881 namun berakhir gagal akibat wabah penyakit. kemudian pembangunannya dirampungkan oleh Amerika Serikat (1904-1914) pasca kemerdekaan Panama. Kanal ini mulai dikelola penuh oleh Panama pada akhir 1999.
Terusan ini menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik, melayani sekitar 6% perdagangan global, terutama menghubungkan Amerika Serikat bagian timur dan Asia Timur. Panama menjadi pusat transit untuk kontainer, bahan bakar, dan komoditas penting lainnya.
Perluasan kanal pada 2016 memungkinkan kapal-kapal berkapasitas New Panamax bisa melintas, sehingga meningkatkan daya saingnya terhadap rute alternatif seperti Terusan Suez atau jalur trans-Pasifik.
3. Laut China Selatan
Dikutip dari jurnal Pemanfaatan Hukum Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan: Analisis dengan Pendekatan Doktrinal oleh Poppy Fitrijanti Soeparan dan Methodius Kossay, Laut China Selatan termasuk ke dalam salah satu wilayah strategis lainnya.
Laut China Selatan adalah wilayah yang memiliki arti penting untuk perekonomian global. Sebagai jalur perdagangan utama, lebih dari 30% perdagangan dunia melalui kawasan ini setiap tahunnya, menjadikannya tulang punggung ekonomi internasional.
Tetapi tidak hanya menjadi jalur perdagangan penting, namun juga menjadi sumber ketegangan geopolitik. China, yang memiliki ekonomi terbesar kedua, mengklaim hampir seluruh wilayah dan kerap bertentangan dengan klaim negara-negara ASEAN.
4. Selat Malaka
Selat Malaka juga termasuk ke dalam salah satu jalur terpenting di Asia Tenggara yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dikutip CNBC Indonesia, Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 16 juta barel minyak dan 3,2 juta barel gas alam cair (LNG) diangkut melalui Selat Malaka.
Selat ini menjadi jalur penting untuk perdagangan energi dan barang-barang konsumen, serta merupakan jalur terpendek antara Timur Tengah dan Asia Timur.
5. Selat Sunda
Selat Sunda menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Jawa dan berada di antara Pulau Sumatera dan Jawa. Meski volume lalu lintas kapal tidak sebanyak Selat Malaka, Selat Sunda tetap menjadi jalur penting bagi pengiriman energi dan barang ke Indonesia dan negara-negara di kawasan sekitarnya.
6. Selat Turki
Selat Turki - Selat Bosphorus dan Selat Dardanelles merupakan satu-satunya jalur laut antara Laut Hitam dan Laut Mediterania. Selat ini menangani 3% dari total perdagangan laut global, meski kecil angka tersebut mencakup sekitar 20% dari total ekspor gandum global dari Ukraina, Rusia, dan Rumania.
7. Bab al-Mandeb
Dinukil dari The Sunday Guardian, Bab al-Mandeb adalah selat strategis yang terletak di antara Yaman dan Djibouti/Eritrea serta menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Kapal-kapal yang melalui jalur ini biasanya menuju Terusan Suez, sehingga menjadikannya koridor perdagangan utama.
Demikian 7 jalur perdagangan dunia yang penting selain Selat Hormuz. Yuk, simak!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)
