Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Lahan yang terbakar seluas 0,5 hektare. Karhutla bukan terjadi di lahan gambut, melainkan di tanah mineral dengan semak belukar.
Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto mengatakan karhutla terjadi di Jalan Selarai-Bandar Jaya, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Selasa (7/4/2026) pukul 14.00 WB.
"Iya, terjadi karhutla di Sekayu, berdasarkan laporan warga. Mobil pemadam telah diturunkan untuk menanganinya. Lahan yang terbakar seluas 0,5 hektare," ujar Marko saat dikonfirmasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, dua unit mobil pemadam dari BPBD dan damkar diturunkan untuk menangani kejadian tersebut. Karhutla berhasil ditangani sekitar 1,5 jam.
"Belum diketahui siapa pemilik lahan dan penyebab terjadinya karhutla. Tim berhasil memadamkan sebelum meluas, sekitar pukul 15.40 WIB tadi api padam," katanya.
Marko juga menyebut, Muba dalam waktu dekat akan menaikkan status siaga. Penetapan siaga itu untuk memitigasi karhutla agar penanganan yang dilakukan lebih siap dan cepat.
"Sekembalinya dari Jakarta, kami akan siapkan penetapan status siaga karhutla. Insyaallah pekan depan sudah siap, sebelum kunjungan Menkopolkam ke Sumsel untuk apel siaga karhutla 22 April," jelasnya.
Diketahui, luas karhutla di Muba pada 2025 mencapai 986 hektare. Lahan mineral yang twrbakar mencapai 973,4 hektare dan gambut 12,6 hektare.
