Pemkot Palembang Klaim Luas Banjir Berkurang 1.650 Hektare

Sumatera Selatan

Pemkot Palembang Klaim Luas Banjir Berkurang 1.650 Hektare

Ani Safitri - detikSumbagsel
Selasa, 07 Apr 2026 08:31 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Foto: Irawan)
Palembang -

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengklaim telah berhasil mengurangi luas genangan banjir secara signifikan. Hingga akhir tahun anggaran 2025, total luas genangan di Kota Palembang disebut berkurang sebanyak 1.650 hektare.

Penurunan ini merupakan hasil dari intensifikasi normalisasi anak sungai dan optimalisasi kolam retensi yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Pemerintah Kota melalui Dinas PUPR pada tahun anggaran 2025 telah berhasil mengurangi ruas genangan banjir dari total awal 6.800 hektare menjadi sekitar 5.150 hektare," ungkap Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam sidang LKPJ di DPRD Palembang, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna memperkuat penanganan banjir di tahun 2026, Pemkot Palembang telah menyiapkan amunisi baru berupa penambahan alat berat khusus. Penambahan ini difokuskan untuk menjangkau area sungai yang sulit diakses oleh alat konvensional.

Beberapa unit alat berat yang akan didatangkan pada tahun 2026 antara lain 2 unit Excavator Amphibious Mini untuk pengerukan di rawa/sungai dangkal, 1 unit Excavator Long Arm untuk menjangkau pengerukan lebih dalam, 1 unit Excavator Standard & 1 Unit Mini Spider, 10 unit Dump Truck untuk pengangkutan sedimen hasil pengerukan dan 1 unit mobil pompa Penyedot Lumpur.

ADVERTISEMENT

Selain pengadaan alat, strategi utama Pemkot tetap bertumpu pada pengerukan sedimen di 114 anak sungai yang ada di Palembang. Saat ini, sebanyak 531 personel pasukan biru (satgas banjir) dikerahkan setiap hari untuk membersihkan drainase dan memelihara fungsi kolam retensi.

"Normalisasi anak sungai dilakukan setiap tahun melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan untuk memastikan aliran air lancar menuju muara Sungai Musi," tambahnya.

Ratu dewa juga menargetkan pembersihan saluran drainase secara rutin, minimal empat bulan sekali di setiap kelurahan. Fokus utama perbaikan saat ini menyasar wilayah yang sering meluap seperti Jalan Sentosa, kawasan Kelurahan Plaju Ulu, hingga area sepanjang jalan protokol.

Selain pengerukan, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, sampah rumah tangga masih menjadi kendala utama tersumbatnya pintu air dan pompa di berbagai kolam retensi di Palembang.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads