Ambulans Apung Polairud Sumsel Evakuasi Nelayan Kritis dari Desa Upang

Sumatera Selatan

Ambulans Apung Polairud Sumsel Evakuasi Nelayan Kritis dari Desa Upang

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 06 Apr 2026 09:30 WIB
Anggota Ditpolairud Polda Sumatera Selatan mengevakuasi seorang nelayan yang sakit
Foto: Anggota Ditpolairud Polda Sumatera Selatan mengevakuasi seorang nelayan yang sakit (Dok. Istimewa)
Palembang -

Anggota personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan mengevakuasi seorang nelayan asal Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, yang sedang kritis menggunakan ambulans apung setelah mengalami sakit serius.

Nelayan bernama Mustofa (44) dievakuasi oleh pada Sabtu (4/4). Evakuasi itu bermula dari laporan darurat tenaga kesehatan desa sekitar pukul 12.00 WIB. Bidan setempat menyampaikan kondisi pasien tidak bisa ditangani secara optimal di fasilitas kesehatan desa.

Mendapat laporan tersebut, tim Polairud langsung bergerak ke lokasi. Petugas mengevakuasi korban menggunakan tandu dan membawanya ke ambulans apung berupa speedboat yang telah dilengkapi fasilitas medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, tim membawa pasien menyusuri Sungai Musi menuju Palembang. Proses evakuasi berlangsung lancar hingga Mustofa tiba di RS Pelabuhan Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Heru Agung Nugroho, mengatakan pihaknya selalu siaga dalam merespons laporan masyarakat, terutama kondisi darurat.

ADVERTISEMENT

"Begitu ada laporan, personel langsung bergerak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama," katanya kepada wartawan, Minggu (5/4/2026)

Dia mengungkapkan saat ini warga yang sudah ditangani oleh media yang baik dan sekarang menjalani perawatan di RS Pelabuhan Palembang.

"Dengan bantuan tim, saat ini Mustofa sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan berangsur membaik," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu'min Wijaya menyebut ambulans apung menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah pesisir yang sulit dijangkau transportasi darat.

"Ini bukan sekadar inovasi, tapi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya di daerah terpencil," katanya.

Ia menambahkan, ke depan layanan serupa akan terus dikembangkan, termasuk rencana menghadirkan klinik terapung.

Evakuasi ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan desa dalam menangani kondisi darurat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses.

Melalui ambulans apung, Polda Sumsel memastikan layanan kemanusiaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads