Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mematangkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar apel siaga karhutla pada 22 April 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengatakan bahwa rencana apel siaga tersebut telah dibahas bersama dalam rapat koordinasi.
"Tadi sudah kita rapatkan perencanaan untuk apel siaga karhutla terutama di dua provinsi yaitu Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk wilayah Sumatera Selatan, apel siaga tersebut direncanakan berlangsung di halaman Griya Agung dan akan dihadiri oleh pejabat pusat.
"Untuk Sumatera Selatan, apel akan dilaksanakan pada 22 April 2026, bertempat di halaman griya agung, juga akan dihadiri oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan," katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan penetapan status siaga darurat karhutla sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana.
"Mengenai kesiapsiagaan kita, dari kalaksa BPBD tadi sudah menyampaikan bahwa kita akan segera menyiapkan status siaga karhutla," jelasnya.
Langkah ini dilakukan menyusul prakiraan dari BMKG yang menyebutkan bahwa musim kemarau akan mulai terjadi pada Mei hingga Juni dengan durasi yang diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Karena berdasarkan perkiraan dari BMKG untuk bulan Mei dan Juni akan mulai musim kemarau dan potensinya juga lebih panjang dari tahun kemarin," ungkapnya.
Ia menyebut tren penanganan karhutla di Sumsel menunjukkan hasil yang semakin baik dari tahun ke tahun.
"Jika kita lihat tren dari upaya yang dilakukan dan luas lahan yang terbakar, itu semakin tahun semakin menurun," tambahnya.
Menurutnya, secara keseluruhan kesiapan struktur penanganan karhutla di Sumsel sudah cukup baik, termasuk koordinasi lintas sektor.
"Sehingga secara struktur kita sudah siap kepada masyarakat juga sudah kita sampaikan dari awal, juga sekunder lainnya seperti pemadam kebakaran, bidang perkebunan dan kehutanan," pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
