Sekertaris Daerah Kota Palembang mengungkapkan kendala mengenai penanganan lampu jalan yang sering dikeluhkan warga. Saat ini, kapasitas perbaikan di lapangan masih timpang jauh dibandingkan dengan jumlah aduan yang masuk setiap harinya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim mengungkapkan bahwa rata-rata terdapat 80 laporan masyarakat yang masuk ke Dishub setiap hari terkait masalah lampu jalan. Namun, dari puluhan laporan tersebut, petugas hanya mampu mengakomodasi sekitar setengahnya.
"Ada sekitar 80 pengaduan setiap hari ke Dinas Perhubungan ini, baik lampu mati atau kurang terang. Yang bisa ter-cover sekarang ini baru 40 laporan masyarakat," ujar Aprizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab utama terhambatnya pelayanan ini adalah keterbatasan infrastruktur pendukung dan personel teknis. Dishub mengaku masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) serta armada operasional atau alutsista seperti mobil tangga untuk menjangkau titik-titik kerusakan.
"Kita tahu persis bahwa kita masih kekurangan SDM dan alat alutsista, mobil dan sebagainya," tambahnya.
Kondisi ini diperparah dengan cakupan wilayah yang luas di 18 kecamatan. Akibatnya, laporan yang tidak tertangani pada hari yang sama terpaksa digeser ke hari berikutnya sembari menunggu ketersediaan personel dan alat.
Untuk menyiasati kendala tersebut, Pemkot Palembang kini tengah menyusun sistem penjadwalan perbaikan yang lebih terukur. Tujuannya agar pergerakan tim di lapangan lebih efektif meski di tengah keterbatasan sarana.
"Sehingga untuk perbaikan-perbaikan di tiap kecamatan dan kelurahan itu ada jadwalnya. Sekarang ini kita buat penjadwalan terukur," pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
