Polisi Dibacok ODGJ Saat Hendak Amankan Pelaku yang Ngamuk

Regional

Polisi Dibacok ODGJ Saat Hendak Amankan Pelaku yang Ngamuk

Hermawan Mappiwali - detikSumbagsel
Selasa, 24 Mar 2026 17:40 WIB
Momen ODGJ ngamuk serang polisi pakai kapak di Selayar. Dokumen Istimewa
Momen ODGJ ngamuk serang polisi pakai kapak di Selayar. (Foto: Istimewa)
Selayar -

Polisi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Briptu Muhlis dibacok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial NA (23) saat hendak mengamankan pelaku yang mengamuk. Akibatnya, korban menderita dua luka tebasan pada bagian lengan kirinya.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Benteng, Selayar, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

"Anggota yang kena luka kapak," ujar Kasat Intel Polres Selayar Iptu Agus Indrawan dilansir detikSulsel Selasa.

Dia mengatakan awalnya NA mengamuk hingga orang tuanya melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Setelah itu petugas datang ke lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi piket Samapta ke TKP, saat di TKP, dibujuk apa, namanya orang gangguan jiwa dia bawa kapak," jelasnya.

Saat itu, kata Agus, Briptu Muhlis berupaya menenangkan NA di area lantai dua rumah. Saat itulah NA melayangkan kapak. Briptu NA yang terdesak bahkan nekat melompat dari lantai 2 rumah demi menghindari serangan lanjutan dari NA.

"Ini kan lantai atas, dia juga lompat ke bawah untuk menghindari kapak," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Akibat kejadian itu, korban mengalami Lengan kirinya dan sudah dibawa ke RSUD K.H. Hayyung.

"Alhamdulillah lengannya sudah ditangani. Tinggal kakinya saja yang tunggu rontgen karena terkilir," katanya.

Pelaku Diamankan Polisi Pakai Gas Air Mata

Sementara itu, NA berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Selayar. Pihak kepolisian selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Selayar agar memberikan penanganan lebih lanjut.

"Tadi kan dibujuk tidak bisa, kita supaya ini kasi gas air mata, saat itu kita sama masyarakat sekitar, termasuk orang tuanya ramai-ramai bawa," jelasnya.

Iptu Agus meluruskan informasi yang menyebut pria ODGJ itu sempat dilumpuhkan menggunakan sejata api. Namun dia menekankan informasi itu tidak benar.

"Kalau itu tolong diluruskan narasinya, karena orang tuanya sendiri yang ikat karena saking susahnya. Orang tuanya juga takut sekali makanya dia telepon penjagaan," pungkasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads