Sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan pada arus balik Lebaran 2026, akan menjadi fokus penanganan perbaikan. Setiap ruas jalan diperkirakan terdapat puluhan lubang baru, sehingga berakibat pada ketidaknyamanan pemudik pada saat arus balik.
Kepala Balai Jalan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana mengatakan kerusakan jalan itu akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa wilayah Sumsel.
"Kita sudah survei Jumat kemarin, ada beberapa titik yang karena curah hujan luar biasa di sekitar (ruas jalan) Muara Enim, Lahat, termasuk di daerah Baturaja (OKU) itu mengalami kerusakan dan akan jadi fokus kami. Kemarin juga ada laporan (kerusakan) dan sebagian sudah ditindaklanjuti di masa pemeliharaan ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga memastikan, dari setiap ruas jalan sepanjang 1.500 kilometer yang menjadi tanggung jawab BPJN Sumsel, jumlah lubang tidak lebih dari 20-30 titik.
"Yang kami catat dari 1.500 km, total lubang saya perkirakan di masing-masing ruas tidak lebih dari 20-30 lubang. Dalam jangka beberapa hari kita harapkan bisa segera dilakukan penutupan (lubang) untuk menjaga kondisi kemantapan jalan," katanya.
Pihaknya hingga saat ini masih menempatkan personelnya material dan peralatan lengkap di sejumlah posko untuk memastikan percepatan penanganan jalan.
"Kontraktor di lapangan juga saya minta standby supaya ruas jalan yang mengalami kerusakan tetap bisa dilakukan perbaikan dengan cepat, karena memang curah hujan ini luar biasa pada akhir-akhir ini," jelasnya.
Katanya, penanganan jalan rusak akan dilakukan secara cepat, mengingat peningkatan pengguna jalan pada arus balik akan terjadi. Diharapkan arus balik ini dapat berjalan dengan baik tanpa ada gangguan jalan berlubang.
"Fokus kita melakukan penanganan cepat, meskipun masih dalam kondisi suasana Lebaran. Kita harapkan arus mudik ini berjalan dengan baik dan lancar," tukasnya.
