Pegi, warga asal Yogyakarta yang sudah merantau 15 tahun di Kota Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya lewat mudik gratis.
Senyum bahagia terpancar dari Pegi dan suami, karena bisa musik dan berlebaran di kampung halaman lewat musik gratis Pegadaian Sumbagsel. Setelah berjuang mendaftar mudik gratis Pegadaian, ia pun akhirnya bisa pulang kampung.
Pegi dan suami sempat gugup dan cemas saat tiba di kantor Pegadaian Sumbagsel, sebab pasutri ini terlambat dan ketinggalan bus. Meski begitu, pegawai dari Pegadaian membantu keduanya untuk bisa ikut musik dan siap mengantar keduanya menuju pemberhentian bus tujuan Yogyakarta Pantura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir tadi itu registrasi dulu dan belum berangkat. Ternyata kami terlambat datang," kata Pegi.
Meski terlambat, Pegi dan suami tetap bisa berangkat mudik gratis, sebab petugas dari Pegadaian mengantar mereka untuk menuju bus mudiknya.
"Saya dan suami harus mengumpulkan uang untuk ongkos jika ingin pulang kampung, kami terbantu dengan adanya program mudik gratis," kata dia.
Untuk kembali ke Palembang, dia harus pakai uang sendiri sehingga keduanya sudah lama menabung.
"Suami saya ngojek, saya kadang jualan gorengan atau bekerja di rumah orang bantu bersih-bersih. Alhamdullilah bisa kembali pulang kampung ada banyak oleh-oleh yang saya bawa, ada kerupuk dan pempek khas Palembang untuk keluarga di kampung," tuturnya.
Di sisi lain, ada juga Nurhamsah, warga asal Yogyakarta yang sudah 12 tahun tinggal di Palembang dan mengikuti mudik gratis dari Pegadaian Sumbagsel.
"Selama ini saya mudik pakai uang sendiri dan tahun ini mencoba ikut mudik gratis Pegadaian bersama anak," tuturnya.
Sebelum ikut mudik ini, ia dan anaknya harus registrasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh RS Pelabuhan.
"Tadi registrasi ulang dan pemeriksaan kesehatan. Alhamdullilah sehat dan diberi vitamin agar selalu sehat," ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi mengatakan untuk tahun ini Pegadaian memberangkatkan 638 peserta menuju 6 kota yakni Padang, Bandung, Kudus, Malang, Yogyakarta Pantura, dan Yogyakarta Selatan.
"Kita berangkat ratusan peserta ini dengan 6 bus eksekutif," katanya.
Setiap bus didampingi oleh karyawan Pegadaian sebagai pendamping perjalanan, serta peserta mendapatkan kaos, souvenir, uang saku, dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim dokter dari RS Pelabuhan sebelum keberangkatan.
Sementara itu, lakhar VD Medical and Nursing RS Pelabuhan Palembang, drg. Agustina Setyaningrum, mengatakan hari ini pegadaian mudik gratis. Sebelum mudik para peserta melakukan cek kesehatan yang dibantu oleh RS Pelabuhan.
"Hari ini kami bersinergi bersama PT Pegadaian khususnya wilayah 3, Kota Palembang. Kami ikut support pada kegiatan ini dengan memberikan pengobatan dan konsultasi dokter, serta pemeriksaan dokter, serta pemberian vitamin bagi peserta mudik PT Pegadaian di tahun 2026," ujarnya.
Menurutnya, RS Pelabuhan menurunkan tim sebanyak 3 orang dokter umum, 3 orang perawat, untuk membantu melakukan pemeriksaan kesehatan untuk peserta mudik.
"Sebagian besar setelah kami lihat hasilnya tidak ada penyakit serius yang diderita. Jadi ada juga yang konsultasi beberapa, tidak ada yang menderita penyakit khusus, dan memang dinyatakan sehat dan siap untuk mudik," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengapresiasi PT Pegadaian wilayah III yang sudah cukup peduli dengan mengadakan mudik gratis bersama masyarakat Kota Palembang.
"Saya yakin dan percaya mereka terbantu dengan adanya kepedulian dari PT Pegadaian apalagi mereka yang tujuannya jauh bisa kumpul dengan keluarga dan difasilitasi sehingga meringankan beban mereka dengan fasilitas yang nyaman dan Pemkot Palembang terbantu dengan program Pegadaian mendongkrak ekonomi di Kota Palembang," pungkasnya.
