Gerakan Pangan Murah (GPM) Polda Bangka Belitung (Babel) di Taman Kota Bhaypark Pangkalpinang diserbu warga. Beras 15 ton ludes dibeli masyarakat.
"Hari ini kita melaksanakan gerakan pangan murah serentak di seluruh Polda. Kita juga laksanakan serentak di Jajaran Polres, jadi tidak hanya di Polda, di Kabupaten-Kabupaten Polres juga melaksanakan kegiatan yang sama," kata Kapolda Babel Irjen Viktor T Sihombing di Bhaypark, Jumat (13/3/2026).
Pantauan detikSumbagsel, Kapolda didampingi Wakapolda Brigjen Murry Mirranda tampak hadir mengecek stand di kegiatan GPM. Dirreskrimsus Kombes Nanang Haryono, Kabid Humas Kombes Agus Sugiyarso hingga sejumlah PJU juga tampak hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat, Kapolda menyapa hingga berbincang dengan masyarakat yang datang untuk membeli sembako di pangan murah itu. Warga terlihat antusias dengan adanya GPM yang digelar Polda Babel.
"Di sini ada dari Dinas Perdagangan, dari Bulog. Kegiatan ini untuk memastikan bahwa stok pangan kita semuanya tidak ada masalah. Stok pangan pemerintah cukup baik secara nasional maupun di Bangka Belitung," terangnya.
"Pemerintah memastikan dan memantau harga-harga supaya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Masyarakat tidak perlu khawatir, silahkan berbelanja sesuai dengan kebutuhannya," sambungnya.
Antusias warga saat menghadiri Pasar Murah di Taman Bhaypark Pangkalpinang Foto: Deni Wahyono |
Viktor mengungkapkan dalam GPM ini pihaknya telah menyediakan sebanyak 15 ton beras, 1.500 liter minyak serta 10.400 butir telur. Harga jualnya yakni beras SPHP Rp 58.000/5 kilogram, minyak Rp 25.000/2 liter, telur Rp 10.000/10 butir dan gula Rp 15.000/kilogram.
"Ada beras, ada telur, kemudian minyak dan gula. Untuk harga di bawah harga pasar," tegasnya.
Tak hanya itu, Viktor juga mewanti-wanti para ritel atau penjual agar tidak menimbun dan bermain harga. Terkait Satgas Pangan, Kapolda mengajak semua unsur yang terlibat di dalamnya untuk berperan aktif melakukan pengawasan.
"Sekaligus warning, tidak ada yang boleh melakukan penimbunan, jika ada kita akan melakukan penegakan hukum demi kepentingan masyarakat," katanya.
"(Terkait pengawasan) yang jelas itu jadi tugas rutinnya satgas pangan, tidak hanya tugas kepolisian, ada unsur pemerintah juga. Kita kontrol sama-sama ke pasar, ke tempat-tempat ritel dan yang lainnya. Untuk memastikan bahwa harga disesuaikan apa yang telah ditentukan pemerintah, tidak boleh di atas," timpalnya.
Sementara terkait antusiasme masyarakat yang datang ke Gerakan Pangan Murah (GPM) Polda Bangka Belitung (Babel), Viktor menyebut akan kembali membuka kegiatan serupa besok.
"Kebetulan hari ini kita buka, tadi ada beberapa masyarakat minta dilanjutkan, karena melihat antusias dari masyarakat, mungkin besok akan kita buka satu hari lagi. Mudah-mudahan yang belum sempat datang kemari, besok bisa meluangkan waktunya," tutupnya.

