Banyak umat Islam meyakini bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Keyakinan ini cukup populer karena beberapa riwayat sahabat Nabi menyebutkan kemungkinan tersebut.
Namun, dalam ajaran Islam, malam istimewa ini sebenarnya tidak disebutkan secara pasti waktunya dan dianjurkan untuk dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Tidak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba meningkatkan amal ibadahnya pada malam-malam tersebut demi meraih keutamaannya.
Lantas benarkah malam Lailatul Qadar akan jatuh pada malam ke -27 Ramadan? Berikut penjelasannya. Yuk simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Malam Lailatul Qadar?
Melansir laman Badan Amil Zakat Nasional, malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa yang terjadi pada bulan Ramadan. Dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 3 disebutkan bahwa keutamaan malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Walaupun waktu pastinya tidak diketahui secara pasti, Al-Qur'an dan hadits memberikan beberapa petunjuk mengenai tanda-tanda serta keutamaan malam yang penuh keberkahan ini.
Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan di sepuluh malam terakhir Ramadan. Selain mengenali tanda-tandanya, penting juga untuk memahami makna Lailatul Qadar agar kita semakin menyadari keistimewaan malam tersebut dan memaksimalkan ibadah untuk meraih keberkahannya.
Makna Malam Lailatul Qadar
Melansir laman Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Lailatul Qadar memiliki makna tersendiri yang berarti malam kemuliaan atau malam penetapan. Dalam Islam malam ini diyakini sebagai waktu ketika wahyu pertama Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dan dijadikan sebagai sebuah petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Karena keistimewaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam Lailatul Qadar. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain salat malam, membaca Al-Quran, berzikir, serta memanjatkan doa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Ibadah pada malam ini diyakini membawa banyak keberkahan dan pahala.
Benarkah Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada Malam Ke-27 Ramadan?
Banyak ulama menyebutkan bahwa malam ke-27 Ramadan sering dianggap sebagai waktu yang paling kuat kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar. Pada tahun 2026, malam ke-27 diperkirakan jatuh pada Minggu malam, 15 Maret 2026 hingga Senin dini hari, 16 Maret 2026. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan malam tersebut untuk meningkatkan ibadah.
Namun, para ulama juga menjelaskan bahwa waktu pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Hal ini diyakini sebagai hikmah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam beberapa hadis dijelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam-malam tersebut yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan yang semuanya memiliki kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar.
Walaupun malam ke-27 sering dianggap memiliki peluang terbesar, Lailatul Qadar tetap bisa terjadi pada malam ganjil lainnya. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amalan baik selama sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh keberkahan tersebut.
Nah itulah penjelasan mengenai malam Lailatul Qadar, termasuk kemungkinan terjadinya pada malam ke-27 Ramadan serta makna penting yang perlu diketahui oleh detikers. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
