7 Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan yang Penuh Keutamaan

7 Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan yang Penuh Keutamaan

Rika Amelia - detikSumbagsel
Jumat, 13 Mar 2026 04:30 WIB
Lailatul Qadar 2025 Tanggal Berapa? Simak Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan
Foto: Ilustrasi Lailatul Qadar (freepik/Freepik)
Palembang -

Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam-malam ini terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, banyak umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.

Ada berbagai amalan di sepuluh malam terakhir Ramadan yang dianjurkan untuk dilakukan. Amalan-amalan ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak pahala sebelum Ramadan berakhir.

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh keutamaan. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7 Amalan 10 Malam Terakhir Ramadan

Berikut terdapat tujuh amalan di sepuluh malam terakhir Ramadan yang dilansir laman Nu Online dan Kementrian Agama RI.

1. Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama 10 hari terakhir Ramadan. Sedekah dijadikan sebagai bentuk rasa syukur bagi umat muslim atas nikmat dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan, sekalgus sebagai penyempurna ibadah puasa. Dalam Islam, kesempurnaan iman tidak hanya diukur dari ibadah ritual, tetapi juga dari kepedulian sosial kepada sesama.

ADVERTISEMENT

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (Qs. As-Sajdah: 16).

Sedekah pada 10 hari terakhir tidak hanya berupa zakat wajib seperti zakat fitrah dan zakat mal, tetapi juga dianjurkan memperbanyak sedekah sunnah. Bentuknya bisa berupa pemberian makanan, pakaian, bantuan kepada anak yatim dan dhuafa, atau berbagai bentuk kebaikan lainnya yang dapat membantu sesama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

2. Memperpanjang Sholat Malam

Pada waktu 10 malam terakhir Ramadan ini, Rasulullah SAW terus meningkatkan ibadahnya dengan bersungguh-sungguh dibandingkan hari-hari biasanya. Pada malam-malam tersebut beliau menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti salat malam, dzikir, dan doa hingga menjelang fajar. Bahkan Rasulullah juga membangunkan anggota keluarganya agar turut merasakan keutamaan ibadah di malam-malam tersebut.

Sebagaimana penuturan Aisyah RA:

"Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. Memperbanyak I'tikaf

I'tikaf merupakan salah satu ibadah dengan cara berdiam diri di dalam masjid agar lebih fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama I'tikaf sesorang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, berdzikir, membaca Al-Qur'an serta berdoa. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ

Artinya: Dari 'Aisyah ra, dia berkata, "Sesungguhnya Nabi saw beri'tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat'" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain riwayat Abu Hurairah disebutkan:

كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشرَةَ أيَّامٍ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِيْ قُبِضَ فِيْهِ اِعْتَكَفَ عِشْرِيْنَ يَوْمًا

Artinya: Nabi Muhammad saw selalu beri'tikaf pada sepuluh hari tetrakhir bulan Ramadhan. Kecuali bertepatan pada tahun kewafatannya, Nabi beri'tikaf selama dua puluh hari(HR Al-Bukhari).

4. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Membaca atau tilawah Al-Qur'an juga menjadi amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan selama 10 hari terakhir Ramadan. Banyak umat Islam yang memanfaatkan waktu malam untuk membaca Al-Qur'an, baik di rumah maupun di masjid. Tilawah Al-Qur'an merupakan ibadah yang ringan dilakukan, tetapi memiliki pahala yang sangat besar.

Tidak sedikit pula umat Muslim yang menjadikan akhir Ramadan sebagai momen untuk menuntaskan khataman Al-Qur'an. Bagi mereka yang memiliki kesibukan sehari-hari, menyelesaikan satu kali khataman di akhir Ramadan menjadi target yang membahagiakan. Karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur'an pada malam-malam terakhir Ramadan sangat dianjurkan.

5. Memohon Ampunan Kepada Allah

Pada malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka 'afuwwun tuḥibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.

Doa ini sebenarnya dapat dibaca sejak awal Ramadan, namun sangat dianjurkan untuk lebih sering dibaca pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama ketika umat Islam berharap mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.

6. Membersihkan Diri

Menjaga kebersihan diri juga termasuk amalan yang dianjurkan ketika hendak beribadah, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan. Umat Islam dianjurkan membersihkan tubuh, mandi, serta memakai wewangian agar tubuh terasa segar dan lebih siap menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

Dalam hadits riwayat Sayyidah 'Aisyah disebutkan:

كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَمَضَانُ قَامَ وَنَامَ فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ الْمِئْزَرَ وَاجْتَنَبَ النِّسَاءَ وَاغْتَسَلَ بَيْنَ الْأَذَانَيْنِ وَجَعَلَ الْعِشَاءَ سَحُوْرًا

Artinya: Ketika memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah bangun malam (untuk beribadah) dan juga menggunakannya untuk tidur. Begitu masuk sepuluh hari terakhir, beliau kencangkan sarung, menjauhi istri-istrinya (untuk beribadah), mandi antara dua adzan (dua waktu shalat magrib dan isya)" (RH Ibnu Abi 'Ashim).

7. Mencari Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, Rasulullah menganjurkan kepada seulur umat Islam agar dapat mencapai dan mencari mala mini pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Salah satu tujuan utama meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir ini adalah agar dapat bertemu malam Lailatul Qadar.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: Rasul SAW berkata, "Carilah lailatul qadr dalam malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan". (HR Bukhari dan Muslim, dari Aisyah)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

Barang siapa yang bangun pada malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR Bukhari Muslim).

Nah itulah 7 amalan di sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh dengan keutamaan dan kemuliaan yang harus diketahui detikers. Semoga informasi ini bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads