Sekretariat DPRD Sumatera Selatan membatalkan pengadaan meja biliar untuk dua rumah dinas pimpinan dewan. Rencana pembelian alat olahraga itu tak lagi terlihat di SIRUP LKPP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).
Sebelumnya, Setwan DPRD Sumsel merencanakan penganggaran untuk pembelian meja biliar ketua dan wakil ketua. Anggaran senilai Rp 486,9 juta yang akan dikeluarkan untuk pembelian meja biliar menimbulkan polemik.
Rencananya, meja biliar untuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dianggarkan sebesar Rp 151 juta. Sedangkan meja biliar untuk wakil ketua III nilainya lebih besar dua kali lipat, yakni sebesar Rp 335,9 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat detikSumbagsel, kini jumlah paket pengadaan pada laman tersebut menyisakan 25 paket per 10 Maret 2026 pukul 01.47 WIB. Padahal, sebelumnya terdapat 31 paket yang direncanakan dibeli setwan, termasuk meja biliar yang diduga menjadi usulan kedua pimpinan.
Sekretaris DPRD Sumsel Aprizal yang dikonfirmasi terkait ketiadaan paket pengadaan dua unit meja biliar pada laman SIRUP LKPP belum mau bicara banyak. Dia juga tak mau memastikan jika pengadaan meja biliar itu dibatalkan.
"Nanti tunggu kabag humas (yang akan memberi penjelasan)," ujarnya singkat ketika dihubungi detikSumbagsel, Selasa (10/3/2026).
Senada, Kabag Humas DPRD Sumsel Hadiyanto yang dikonfirmasi terkait itu juga tak memberi jawaban.
Sebelumnya, Hadiyanto menyebut rencana pembelian meja biliar itu untuk menunjang aktivitas pimpinan dewan. Padahal, pemerintah telah memastikan kebijakan efisiensi anggaran harus dilakukan. Namun, DPRD Sumsel malah menganggarkan untuk pembelian meja biliar Rp 486,9 juta.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan," ujarnya, kepada detikSumbagsel, Sabtu (7/3/2026).
