Selain pengadaan meja biliar untuk rumah dinas dua pimpinan dewan, Sekretraiat DPRD Sumatera Selatan juga menganggarkan pembelian paket 'nyeleneh' lainnya. Nilainya pun tak kalah fantastis dengan meja biliar yang dipatok Rp 486,9 juta. Total pengadaan untuk pimpinan mencapai Rp 10,86 miliar.
Dilihat dari data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) per 9 Maret, ada 17 paket pengadaan untuk pimpinan dari total 31 paket, yang dimasukkan dalam aplikasi tersebut.
Paket Pengadaan untuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie
Adapun pengadaan ini terdiri dari:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Meja biliar: Rp 151.000.000
Total: Rp 151.000.000
Paket Pengadaan untuk Wakil Ketua I DPRD Sumsel Raden Gempita
Adapun pengadaan ini terdiri dari:
1. Lampu gantung hias rumah dinas: Rp 604.664.300
2. Meubelair rumah dinas: Rp 2.298.822.400
3. Alat olahraga rumah dinas: Rp 200.000.000
4. Audio sound rumah dinas: Rp 200.000.000
Total: Rp 3.303.486.700 (Rp 3,3 miliar)
Paket Pengadaan untuk Wakil Ketua II DPRD Sumsel Nopianto
Adapun pengadaannya, terdiri dari:
1. Pembangunan arsitektur aula tahap II rumah dinas: Rp 1.879.000.000
2. Alat sound system rumah dinas: Rp 200.000.000
3. Roller blind rumah dinas: Rp 319.000.000
4. Roller blinds rumah dinas: Rp 315.000.000
5. Alat sound system rumah dinas Rp 200.000.000
Total: Rp 2.913.000.000 (Rp 2,91 miliar)
Paket Pengadaan untuk Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam
Adapun pengadaannya, terdiri dari:
1. Meubelair rumah dinas: Rp 2.301.324.000
2. Calmic hygiene rumah dinas: Rp 354.000.000
3. Alat gym rumah dinas: Rp 395.000.000
4. Meja biliar rumah dinas: Rp 335.900.000
5. Heat pump rumah dinas: Rp 776.000.000
6. Sound system rumah dinas: Rp 135.000.000
Total: Rp 4.297.224.000 (Rp 4,29 miliar)
Paket Pengadaan Hordeng di Seluruh Rumah Dinas Pimpinan
Adapun pengadaan hordeng untuk seluruh rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel mencapai Rp 200.000.000.
Total anggaran untuk pengadaan berbagai keperluan rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel itu mencapai Rp 10.864.710.700 (Rp 10,86 miliar)
Dari keempat pimpinan tersebut, Wakil Ketua III DPRD Sumsel mengalokasikan pengadaan kebutuhan tertinggi, mencapai Rp 4,29 miliar. Disusul wakil ketua I Rp 3,3 miliar, wakil ketua II Rp 2,91 miliar. Ketua DPRD Sumsel justru paling sedikit, hanya Rp 151 juta.
Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel Hadiyanto menyebut jika pengadaan itu masih bersifat sementara. Pengadaan itu masih tentatif dan bisa dibatalkan.
"Iya, masih bisa dibatalkan. Harga itu masih tidak tentu juga, itu masih bukaan dan usulan. Nanti, siapa yang memberi harga terendah yang akan kita pilih," ujarnya.
Sementara itu, Pengamat politik Sumsel Bagindo Togar menyebut nilai pengadaan meja biliar, heat pump, alat gym, dan lainnya, banyak yang tak masuk akal dan nyeleneh. Menurutnya, jika pun harus membeli, mesti dilihat urgensinya.
"Semisal alat gym itu, yang Rp 1,5 juta juga ada. Banyak di toko online, bisa dicari. Tidak harus yang mahal. Kalau sudah ratusan juta, sekalian saja buat studio. Kemudian ada jug heat pump, mau buka sauna apa di rumah dinas" ujarnya.
Dia menyayangkan adanya sejumlah pengadaan yang tak seharusnya dianggarkan dan tak sesuai dengan kinerja para pimpinan dewan. Sebagai wakil rakyat, mereka seharusnya berpihak kepada masyarakat.
"Pengadaan ini lebih cenderung untuk meluapkan keinginan dan hasrat mereka, tidak berpihak kepada masyarakat banyak," tukasnya.
(dai/dai)
