Umat Islam sebentar lagi memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah karena pada waktu tersebut terdapat satu malam yang penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW juga diketahui meningkatkan ibadahnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana disebutkan disebutkan dalam hadis berikut:
عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi saw meningkat amal-ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain (HR Muslim).
Lantas, mengapa malam Lailatul Qadar begitu penting dan apa maknanya? Berikut detikSumbagsel sajikan informasinya yuk simak!
Makna Malam Lailatul Qadar
Dilansir dari laman Baznas Provinsi Jawa Barat, terdapat beberapa pendapat mengenai malam Lailatul Qadar. Pendapat pertama menyebutkan bahwa malam ini merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan, kejayaan, dan pujian.
Pada malam tersebut Allah SWT memberikan berbagai keutamaan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, baik berupa kemuliaan, kedudukan yang terpuji, maupun keberkahan dalam dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Pendapat kedua menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam ketika ditetapkannya berbagai takdir dan ketentuan hidup manusia. Takdir tersebut diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia untuk dijalankan selama satu tahun ke depan.
Berdasarkan pendapat tersebut, maka malam Lailatul Qadar dapat dipahami sebagai malam yang penuh kebaikan dan memiliki keistimewaan besar di bulan Ramadan. Bahkan dalam Al-Quran disebutkan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Arab Latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khayrun min alfi syahr.
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Berikut ini sejumlah malam Lailatul Qadar dikutip dari buku berjudul Majelis Bulan Ramadan karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan berbagai sumber lainnya, di antaranya:
1. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Dalam surah Al-Qadr disebutkan jika Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan (lebih dari 83 tahun). Artinya, setiap ibadah yang dilakukan pada malam ini nilainya melebihi ibadah selama ribuan bulan.
Diriwayatkan dari Imam Malik bahwa Rasulullah SAW pernah melihat usia umat-umat terdahulu panjang. Hal ini berbeda dengan usia umat beliau yang relatif pendek. Oleh sebab itu, Allah SWT menganugerahkan Lailatul Qadar sebagai karunia agar umat Nabi Muhammad bisa tetap meraih pahala yang besar.
2. Malam Penuh Keberkahan
Malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai salah satu malam yang penuh dengan keberkahan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Ad-Dukhan ayat 3-4.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ٣فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ ٤
Arab Latin: Innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn. fîhâ yufraqu kullu amrin ḫakîm.
Artinya: "Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS Ad-Dukhan: 3-4)
3. Turunnya Malaikat dan Jibril
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 4 pada malam Lailatul Qadar, malaikat-malaikat akan turun ke bumi sembari membawa banyak hal baik.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
4. Malam Penuh Kesejahteraan
Malam Lailatul Qadar juga merupakan malam yang penuh dengan kesejahteraan. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 5,
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Artinya: Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
5. Malam Pencatatan Takdir Tahunan
Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam di mana Allah SWT menetapkan segala takdir tahunan bagi umat manusia. Hal ini termaktub dalam surah Ad-Dukhan ayat 4,
"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Ad-Dukhan: 4)
Menurut tafsir Ibnu Katsir, pada malam ini para malaikat menerima catatan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT, lalu mereka melaksanakan perintah sesuai dengan ketetapan yang diberikan. Oleh sebab itu, Lailatul Qadar merupakan waktu terbaik untuk berdoa untuk memohon kebaikan bagi masa depannya.
6. Malam Diturunkannya Al-Quran
Al-QUran merupakan kita suci yang menjadi pedoman bagi umat Islam baik di dunia maupun akhirat. Al-Quran pertama kali diturunkan Allah SWT pada malam Lailatul Qadar.
Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Ad-Dukhan ayat 3:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar) Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan." [3]
Waktu diturunkannya Al-Qur'an pada malam lailatul Qadar juga disebutkan Allah SWT dalam surah Al-Qadar ayat 1:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar." [2][3]
7. Diampuninya Dosa-Dosa yang Lalu
Keutamaan terakhir dari malam Lailatul Qadar adalah bagi umat muslim yang menghidupkan malam dengan beribadah akan diberikan pahala yang berlipat, salah satunya dengan diampuninya dosa-dosa yang lalu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
Artinya: "Barangsiapa beribadah di malam Lailatul Qadar dengan rasa iman dan mengharap pahala dari Allah, ia akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Imam Bukhari dan Muslim)
Doa Malam Lailatul Qadar
Menukil buku Kitab Istighfar: Wawasan Al-Quran dan Hadits tentang Cara Meraih Ampunan dan Rahmat Allah SWT disadur oleh Rahman Kaserun, inilah bacaan doa khusus di malam Lailatul Qadar.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Arab Latin: Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul 'Afwa Fa'fuannii
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku."
Doa di atas merujuk pada hadis yang berasal dari Aisyah RA bahwa ia bercerita pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: "قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي" رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَالْحَاكِمُ
Artinya: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah Lailatul Qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?" Rasulullah saw menjawab, Bacalah 'Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (HR lima imam Hadits kecuali Imam Abu Dawud. Hadits ini diakui shahih oleh Imam A-Tirmidzi dan Al-Hakim)
Demikian informasi mengenai makna Lailatul Qadar beserta keutamaan dan doa pada malam tersebut. Semoga bermanfaat ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
