Jadwal Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadan 2026, Cek Puasa Hari Ini!

Jadwal Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadan 2026, Cek Puasa Hari Ini!

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Senin, 09 Mar 2026 08:30 WIB
Ilustrasi kalender Maret 2026
Ilustrasi jadwal malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan 2026 yang jatuh di penghujung Maret. (Foto: Getty Images/shironagasukujira)
Palembang -

Awal puasa Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Sering berjalannya waktu, kini akan memasuki malam 10 hari terakhir Ramadan. Sudahkah mengetahui jadwal malam ganjil 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan?

Malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan diyakini akan hadir Lailatul Qadar atau malam agung yang penuh kemuliaan. Dalam surah Al-Qadr ayat 1-5 disebutkan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

"Sesungguhnya kami turunkan dia (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat dan ruh dengan seizin Tuhannya, untuk mengatur segalanya. Salam sejahterah malam itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1-5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah Lailatul Qadar Terjadi Pada Malam Ganjil?

Dikutip buku Perjalanan Menuju Fitri, ada beberapa pendapat ulama dalam menentukan Lailatul Qadar. Paling kuat di antara pendapat yang beredar yakni menyatakan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil setelah tanggal 20 Ramadan, bisa jadi di malam 21, 23, 25, 27, atau 29.

Dari keseluruhan malam ganjil tersebut yang lebih diharapkan adalah pada tanggal 27 Ramadan. Sebagaimana Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Barangsiapa yang ingin mengintai malam qadar, hendaklah diintainya pada malam 27." (HR. Ahmad dengan sanad sahih).

Walaupun disebutkan demikian, umat Islam dapat meningkatkan ibadah mulai dari sekarang. Bagi yang belum memulai memaksimalkan diri di bulan Ramadan dapat melakukannya pada malam-malam 10 hari terakhir dan khusyuk di malam tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29.

Memaksimalkan ibadah ini menjadi salah satu anjuran dari Rasulullah SAW karena terdapat kemuliaan yang tidak sebanding dengan malam seribu bulan. Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa beribadah pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan rida Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadwal Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadan 2026

Berdasarkan petunjuk tersebut, malam lailatul qadar 2026 akan jatuh pada malam-malam ganjil Ramadhan yakni tanggal:

  • 10 Maret 2026 (Malam 21 Ramadhan 1447 H)
  • 12 Maret 2026 (Malam 23 Ramadhan 1447 H)
  • 14 Maret 2026 (Malam 25 Ramadhan 1447 H)
  • 16 Maret 2026 (Malam 27 Ramadhan 1447 H)
  • 18 Maret 2026 (Malam 29 Ramadhan 1447 H)

Jadwal Puasa Ramadan 1 Bulan Penuh

Berhubung hari ini tanggal 19 Februari, berarti bertepatan dengan 19 Ramadan 1447 H. Adapun jadwal lengkap puasa selama satu bulan bisa cek di bawah ini.

  • 19 Februari 2026: 1 Ramadhan 1447 H
  • 20 Februari 2026: 2 Ramadhan 1447 H
  • 21 Februari 2026: 3 Ramadhan 1447 H
  • 22 Februari 2026: 4 Ramadhan 1447 H
  • 23 Februari 2026: 5 Ramadhan 1447 H
  • 24 Februari 2026: 6 Ramadhan 1447 H
  • 25 Februari 2026: 7 Ramadhan 1447 H
  • 26 Februari 2026: 8 Ramadhan 1447 H
  • 27 Februari 2026: 9 Ramadhan 1447 H
  • 28 Februari 2026: 10 Ramadhan 1447 H
  • 1 Maret 2026: 11 Ramadhan 1447 H
  • 2 Maret 2026: 12 Ramadhan 1447 H
  • 3 Maret 2026: 13 Ramadhan 1447 H
  • 4 Maret 2026: 14 Ramadhan 1447 H
  • 5 Maret 2026: 15 Ramadhan 1447 H
  • 6 Maret 2026: 16 Ramadhan 1447 H
  • 7 Maret 2026: 17 Ramadhan 1447 H
  • 8 Maret 2026: 18 Ramadhan 1447 H
  • 9 Maret 2026: 19 Ramadhan 1447 H
  • 10 Maret 2026: 20 Ramadhan 1447 H
  • 11 Maret 2026: 21 Ramadhan 1447 H
  • 12 Maret 2026: 22 Ramadhan 1447 H
  • 13 Maret 2026: 23 Ramadhan 1447 H
  • 14 Maret 2026: 24 Ramadhan 1447 H
  • 15 Maret 2026: 25 Ramadhan 1447 H
  • 16 Maret 2026: 26 Ramadhan 1447 H
  • 17 Maret 2026: 27 Ramadhan 1447 H
  • 18 Maret 2026: 28 Ramadhan 1447 H
  • 19 Maret 2026: 29 Ramadhan 1447 H
  • 20 Maret 2026: 30 Ramadhan 1447 H

Tanda-tanda Lailatul Qadar

Agar memaksimalkan dalam berburu Lailatul Qadar, ada beberapa tanda yang bisa dikenali sebagai ciri-ciri datangnya bulan mulia ini. Tanda tersebut terjadi pada kondisi alam, seperti suasana malam, langit, dan adanya perasaan tenang.

Dikutip buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, ada enam tanda suasana alam pada malam Lailatul Qadar. Simak penjelasan dan dalilnya.

1. Udara dan Angin Terasa Tenang

Berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

ليلة القدر ليلةٌ سَمْحة طلقة لا حارَةً وَلا بَارِدَة تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتُهَا ضَعِيفَةٌ حمراء

Artinya: "Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thayalisi dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman).

Hadis ini menjelaskan suasana yang akan terjadi ketika turunnya atau jatuhnya malam Lailatul Qadar mulai dari pagi hingga menjelang fajar.

2. Langit Tampak Bersih

Ketika malam mulia itu datang, langit akan terlihat bersih tak ada awan sedikit pun. Suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan panas. Hal ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Mu'jam At-Thabari Al-Kabir bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas," (HR. Ahmad).

3. Matahari Terbit Tidak Terlalu Menyengat

Dari Ubai bin Ka'ab RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:

رواه حَتَّى تَرْتَفِعَ لا شُعَاعَ لها كأنها طنت صُبْحَة لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ مسلم و أحمد والترمذي وأبو داود

Artinya: "Pagi hari dari malam lailatul qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana, sampai meninggi" (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud)

4. Malam Hari Terlihat Cerah

Dari Ubay RA, ia berkata:

بقيامها هي ليلة صبيحة صلى الله عليه وسلم هي الليلة الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ . شُعَاعَ لَهَا سَبْعِ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلَعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا

Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim no. 762, Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/149-150.).

5. Malaikat Turun ke Bumi

Malaikat akan turun membawa ketenangan sehingga manusia merasakan dan menikmati suasana tenang dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari lainnya.

6. Manusia Dapat Melihat Malam Lailatul Qadar Dalam Mimpi

Sebagaimana pernah terjadi pada sebagian sahabat yang mengalami mimpi bertemu dengan malam mulia ini.

Sejumlah pendapat mengatakan, umat Islam tidak perlu memperhatikan tanda sebelum malam Lailatul Qadar sebab, tanda tersebut akan nampak setelah datangnya malam mulia itu. Seperti yang dikatakan Ibnu Hajar Al-Asqolani berikut ini:

تَمْضِي أَن بَعْدَ إِلَّا تَظْهَرُ لا أكثرُها عَلامَاتُ الْقَدْرِ لِلَيْلَةِ وَرَدَ وَقَدْ

Artinya: "Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda lailatul qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu." (Fathul Bari, 4: 260)

Amalan di Malam Lailatul Qadar

Menukil buku Kedahsyatan Puasa Jadikan Hidup Penuh Berkah karya Syukron Maksum, ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan umat Islam pada malam lailatul qadar. Amalan ini dapat dikerjakan pada tanggal-tanggal yang diyakini datangnya lailatul qadar.

1. Mandi Pada Permulaan Malam-malam Qadar

Mandi sunnah ini boleh dilakukan pada malam 19. 21, dan 23 Ramadhan. Pada malam 23 nanti dianjurkan mandi dua kali, pada awal dan akhir malam.

2. Bertawasul dengan Al-Quran

Dianjurkan untuk membuka Al-Quran dan meletakkan pada tangan seraya mengucapkan doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بكتابككَ الْمُنَزَّلَ وَمَا فِيهِ, وَفِيْهِ اسْمُكَ الْأَكْبَرُ وَاسْمَاؤُكَ الْحُسْنَى وَمَا يَخَافُ وَيُرْجَى, صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَنْ تَجْعَلْنِي مِنْ عُتَقَائِكَ من النار.

Artinya: "Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan bertawasul pada kitab-Mu yang diturunkan dan pada apa-apa yang ada didalamnya. Di dalamnya ada nama-Mu yang agung dan asmaul husna, dan apa yang ditakutkan dan diharapkan. Sampaikan sholawat kepada Muhammad dan Muhammad. Dan jadikanlah aku di antara orang yang engkau bebaskan dari api neraka."

3. Memperbanyak Salat Malam

Ibadah malam menjadi kunci utama ketaatan seorang hamba. Pada bulan Ramadhan, umat Islam dapat menunaikan ibadah tarawih, salat hajat, tahajud, witir, atau salat sunnah lainnya.

4. I'tikaf

I'tikaf merupakan ibadah sunnah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid selama beberapa waktu, terutama pada 10 hari malam terakhir Ramadhan. Ibadah ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Memperbanyak Doa

Perbanykalh berdoa meminta ampun kepada Allah SWT pada waktu berdiri, duduk, ruku, bahkan sujud. Doa menjadi salah satu ibadah yang mudah untuk dilakukan. Karena itu, memperbanyak doa di malam-malam ganjil menjadi perantara dipertemukan dengan malam lailatul qadar.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads