BPBD Sumatera Selatan menyiagakan personel dan peralatan kebencanaan untuk mengantisipasi potensi bencana selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat di tengah potensi cuaca ekstrem pada periode tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan berbagai langkah kesiapsiagaan telah disiapkan oleh BPBD provinsi maupun kabupaten dan kota.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pemantauan kondisi cuaca serta sistem peringatan dini dengan berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemantauan prakiraan cuaca terus kami lakukan bersama BMKG, termasuk memantau debit sungai serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana," ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Selain itu, BPBD juga menyiagakan tim reaksi cepat di berbagai daerah untuk mempercepat respons apabila terjadi bencana saat arus mudik maupun arus balik.
Sejumlah peralatan pendukung juga disiapkan, seperti perahu evakuasi, logistik kebencanaan, hingga kebutuhan dapur umum yang dapat digunakan apabila terjadi kondisi darurat.
BPBD juga menyiagakan alat berat di beberapa titik yang memiliki potensi longsor atau banjir guna mempercepat proses penanganan jika terjadi gangguan pada jalur transportasi.
Iqbal juga mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan dengan selalu memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat.
Ia menyarankan masyarakat untuk menghindari perjalanan ketika terjadi hujan ekstrem serta memahami jalur evakuasi di wilayah yang dilalui.
"Kami juga mengingatkan dan mengimbau untuk bagi pemudik untuk selalu memantau cuaca, memahami jalur evakuasi, dan menghindari perjalanan saat hujan ekstrem," pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
