BPBD Sumsel Waspadai Banjir dan Longsor Saat Lebaran 2026

Sumatera Selatan

BPBD Sumsel Waspadai Banjir dan Longsor Saat Lebaran 2026

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Sabtu, 07 Mar 2026 19:00 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Palembang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor saat Lebaran 2026.

Hal ini karena periode Idulfitri tahun ini diperkirakan masih berada dalam musim penghujan yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumsel.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan mudik Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebaran tahun ini masih berada di periode musim hujan, sehingga potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu diwaspadai," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas lebat dan angin kencang juga berpotensi terjadi dan dapat mengganggu kelancaran jalur mudik, baik di jalan nasional, tol Trans Sumatra, maupun jalur lintas timur dan tengah Sumatera.

ADVERTISEMENT

BPBD Sumsel bersama BPBD kabupaten dan kota juga telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki kerawanan bencana, terutama daerah aliran sungai dan dataran rendah yang memiliki riwayat banjir cukup tinggi.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur seperti Belitang III, Belitang II, dan Cempaka. Kemudian wilayah Kabupaten Musi Rawas seperti Muara Kelingi dan Muara Lakitan.

Wilayah lain yang juga masuk dalam pemetaan rawan bencana di antaranya Kabupaten Musi Banyuasin seperti Lais dan Sanga Desa, serta Kabupaten Musi Rawas Utara yang hampir seluruh kecamatannya memiliki potensi banjir.

Selain itu, sejumlah daerah lain juga menjadi perhatian BPBD Sumsel seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Banyuasin, Lahat hingga Kota Prabumulih dan Kota Palembang.

"Pemetaan wilayah rawan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana selama periode mudik dan libur Lebaran," ujar Iqbal.

Iqbal menegaskan pemetaan wilayah rawan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama periode mudik dan libur Lebaran.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads