Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, omzet pedagang nanas di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung mengalami peningkatan. Tingginya permintaan dipicu banyaknya warga yang membeli nanas untuk dijadikan bahan selai kue lebaran, khususnya nastar.
Pantauan di Pasar Tugu dan Pasar Tengah detikSumbagsel, aktivitas jual beli nanas mulai ramai sejak awal Ramadan dan terus meningkat mendekati lebaran.
Ahmad Adhari, pedagang nanas di Pasar Tugu, mengatakan meski harga mengalami kenaikan, namun masih tergolong wajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, ada kenaikan sedikit. Tapi kami berusaha tidak mahal-mahal, menjaga konsumen juga," kata Ahmad, Senin (3/3/2026).
Ia menyebutkan harga nanas di pasaran saat ini berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah. Namun di lapaknya, pembeli bisa mendapatkan dua buah nanas dengan harga Rp15.000, tergantung ukuran.
"Di pasaran itu Rp10.000 sampai Rp15.000. Kami jual Rp15.000 dapat dua, paling tinggi Rp10.000 per buah," ujarnya.
Menurutnya, lonjakan pembeli sudah terasa sejak awal puasa dan diperkirakan akan semakin ramai menjelang lebaran.
"Dari awal puasa sudah mulai ramai. Insyaallah mendekati lebaran tambah ramai lagi," katanya.
Senada, Zainal, pedagang nanas di Pasar Tengah, mengatakan sebagian besar pembeli membeli nanas untuk diolah menjadi selai.
"Biasanya untuk kebutuhan selai, buat kue nastar," ujarnya.
Untuk menarik pembeli, para pedagang juga menyediakan layanan kupas dan giling gratis.
"Kami sediakan kupas dan giling gratis. Jadi harga sudah terima beres," kata Zainal.
Terkait pasokan, Zainal menjelaskan nanas yang dijual didatangkan dari luar daerah.
"Kami datangkan dari Palembang, Prabumulih. Kadang ada dari Jambi, Pekanbaru, atau lokal sini. Untuk sekarang dari Palembang," jelasnya.
Meski permintaan meningkat, para pedagang berharap harga tetap stabil hingga hari raya.
"Insyaallah bisa stabil. Kami usahakan tetap stabil," pungkasnya.
