BGN Minta Ahli Gizi Lebih Kreatif dan Inovatif untuk Menu MBG Ramadan

Sumatera Selatan

BGN Minta Ahli Gizi Lebih Kreatif dan Inovatif untuk Menu MBG Ramadan

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 01 Mar 2026 21:00 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sanjaya
Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sanjaya (Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan saat ini cukup banyak dikeluhkan orang tua. Sebab, menu makanan yang diterima jauh dari kelayakan dan gizi.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sanjaya mengatakan mengenai keluhan masyarakat soal menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar dan dari kelayakan gizi, permasalahannya dari ahli gizi di setiap SPPG yang tidak kreatif dan tidak mau berinovasi.

"Terkait masalah tersebut, ahli gizinya, SPPG-nya tidak inovatif dan harus variatif menyajikan menu MBG untuk anak. Bahkan SPPG harus nanya, atau bisa request mau menu apa kepada siswa sehingga menunjukkan kualitas," ujarnya, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sony, meski banyak keluhan menu di saat Ramadan namun, ia memastikan penyaluran MBG akan tetap berjalan tanpa henti. BGN berupaya agar asupan gizi tetap seimbang dalam kondisi apapun.

Sony pun memberikan skema distribusi MBG terhadap sekolah umum maupun boarding school atau pesantren. Hal ini agar waktu penyaluran yang tepat tujuannya, agar menu layak konsumsi dan menghindari makanan tidak sehat.

ADVERTISEMENT

"Selama Ramadan MBG terus didistribusikan untuk tetap memberikan asupan gizi kepada anak bangsa.Untuk sekolah umum kita bagaikan makanan kering namun nilai gizi tetap ada. Sementara untuk pesantren atau boarding school tetap dibagikan dari menu yang dimasak siang hari dan dibagikan jelang buka puasa," jelas Sony.

Ditambahkannya Sonny, untuk penyaluran di sekolah umum, penyedia dapur diminta untuk tidak merapel menu MBG meskipun paket distribusi jenis makanan kering.

Sebab SOP yang sesuai adalah distribusi dilakukan per hari, bukan dalam satu hari langsung disalurkan untuk beberapa hati ke depan

"Makanan dibawa pulang ke rumah per hari. Bukan 1 hari dibagikan untuk jumlah makanan 3 hari, ini keliru. Bila masih terjadi akan kita pantau, dan tolong diingatkan kepada SPPG-nya," tegas Sonny.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads