Peringatan Nuzulul Quran: Sejarah, Makna, dan Keutamaannya di Bulan Ramadan

Peringatan Nuzulul Quran: Sejarah, Makna, dan Keutamaannya di Bulan Ramadan

Rika Amelia - detikSumbagsel
Sabtu, 28 Feb 2026 23:00 WIB
Memasuki 10 hari terakhir bulan suci ramadan, banyak orang berlomba-lomba mengejar pahala. Salah satunya kala ia menyambut Nuzulul Quran. Inilah potretnya. 

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk umat manusia. Momen ini diperingati saat memasuki hari ke -17 Bulan Suci Ramadan.
Ilustrasi Nuzulul Quran (Foto: Pradita Utama)
Palembang -

Peringatan Nuzulul Quran 2026 menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di bulan Ramadan. Peristiwa ini memperingati turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia.

Setiap 17 Ramadan, kaum Muslimin mengenang awal mula wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tonggak perubahan peradaban dunia. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur'an dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

berikut sejarah, makna dan keutamaan nuzulul quran di bulan Ramadan. yuk simak informasi selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Malam Nuzulul Quran

Melansir laman Kementerian Agama RI an MTSS Ma'arif Nu 1, malam Nuzulul Quran adalah peristiwa penting ketika Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi tanda dimulainya kenabian beliau sekaligus awal turunnya wahyu sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Secara bahasa, "Nuzul" berarti turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, sedangkan "Al-Quran" adalah kitab suci umat Islam. Jadi, Nuzulul Quran dapat dipahami sebagai peristiwa turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfuz ke bumi melalui perantaraan Malaikat Jibril.

ADVERTISEMENT

Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun 610 M. Saat itu, Nabi Muhammad SAW yang berusia 40 tahun sedang menyendiri dan beribadah di Gua Hira. Beliau memang sering menyendiri untuk menenangkan diri dan merenungi keadaan masyarakat saat itu.

Tiba-tiba, Malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama. Rasulullah SAW terkejut dan merasa takut ketika Malaikat Jibril memeluk beliau sambil berkata, "Iqra'" yang berarti "Bacalah," hingga tiga kali.

Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa membaca menjawab bahwa beliau tidak dapat membaca. Kemudian Malaikat Jibril menyampaikan ayat pertama dari Surah Al-'Alaq ayat 1-5. Ayat inilah yang menjadi wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW.

Sejak saat itu, Al-Quran tidak langsung turun sekaligus, melainkan secara bertahap selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur ini bertujuan agar ajarannya mudah dipahami, dihafal, dan diamalkan oleh umat Islam. Hingga kini, Al-Quran menjadi pedoman hidup yang memberi petunjuk, ketenangan, dan cahaya bagi seluruh umat Muslim di dunia.

Makna dan Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran bukan hanya peringatan turunnya Al-Qur'an, tetapi juga momen penting untuk memahami kembali makna hadirnya kitab suci sebagai pedoman hidup. Melalui peringatan ini, umat Islam diajak mengenang sejarah turunnya wahyu pertama sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nuzulul Quran menjadi sarana edukasi agar umat semakin dekat dengan Al-Qur'an, mencintainya, rajin membacanya, serta berusaha memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Nuzulul Quran juga memiliki banyak keutamaan. Malam ini dikenal sebagai malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan.

1. Malam seribu bulan

Dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr ayat 3 disebutkan bahwa malam nuzulul quran memiliki kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar.

2. Malam Penuh Keberkahan

Selain itu, Allah SWT juga menyebut malam turunnya Al-Qur'an sebagai malam yang diberkahi dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3. Pada malam itu, para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan.

3. Pengampun Dosa

Keutamaan lainnya adalah adanya ampunan bagi orang-orang yang menghidupkan malam Nuzulul Quran dengan ibadah dan penuh keimanan. Dalam hadis riwayat Bukhari dijelaskan sebagai berikut:

"Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,"

4. Takdir tahunan dicatat

Pada malam Nuzulul Quran akan ditetapkan berbagai urusan penting selama setahun ke depan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4.

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,"

Takdir yang dimaksud ini mencakup berbagai hal dalam kehidupan seperti rezeki, keberuntungan, ajal, dan urusan lainnya.Dengan memperbanyak ibadah serta amal kebaikan pada malam Nuzulul Quran, kita berharap Allah menetapkan ketentuan setahun ke depan yang dipenuhi kebaikan dan keberkahan.

Nah itulah sejarah, makna, dan keutamaan malam nuzulul Quran, yang harus detikers ketahui. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads