Keutamaan Salat Tarawih: Waktu, Niat, dan Doa Setelahnya

Keutamaan Salat Tarawih: Waktu, Niat, dan Doa Setelahnya

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Jumat, 27 Feb 2026 18:01 WIB
Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Palembang -

Salat tarawih merupakan ibadah sunah yang banyak dilakukan umat Islam segera setelah menunaikan salat Isya. Dalam ibadah ini terkandung sejumlah keutamaan yang membuat ibadah Ramadan semakin berkah.

Salat tarawih juga merupakan salat sunnah dengan rakaat yang berbeda-beda, yakni 11 rakaat, 23 rakaat, hingga 36 rakaat. Meski begitu, yang terpenting dalam pelaksanaan salat tarawih adalah keikhlasan dan kekhsyukan saat menjalankan ibadahnya agar mendapatkan keutamaan yang maksimal.

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai keutamaan tarawih serta waktu, niat dan doa setelahnya. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Salat Tarawih

Dikutip dari buku Panen Pahala dengan Puasa karya Akhmad Iqbal dan sumber lainnya. Berikut ini sejumlah keutamaan dari salat tarawih, antara lain:

1. Memperoleh Pahala Penuh

Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

Artinya: "Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh)." (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa'i)

2. Membawa Ketenangan dan Kedamaian Hati

Shalat Tarawih memberikan ketenangan dan kedamaian batin. Suasana Ramadan yang penuuh kekhusyukan menjadikan hati lebih tenang dan damai, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

3. Dosa-Dosa Lalu Dapat Diampuni

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau." (HR al-Bukhari, Muslim)

Terdapat juga hadits lain yang menjelaskan jika orang yang menunaikan salat tarawih di bulan Ramadan akan mendapatkan ampunan dosa.

"Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata, 'Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat Tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (HR Muslim)

4. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Wajib

Salat tarawih merupakan salah satu amalan sunnah yang secara khusus terdapat di bulan Ramadan dan dapat menyempurnakan kekurangan salat wajib. Dalam hadis at-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah sholatnya. Jika sholatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika sholatnya buruk maka dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari sholat fardhunya mempunyai pahala sholat sunnah untuk melengkapi kekurangan sholat fardhu? Kemudian seluruh amalnya seperti itu".

Waktu Salat Tarawih

Salat tarawih dapat dikerjakan setelah shalat Isya dan shalat sunah rawatibnya hingga menjelang waktu Subuh.

Akan tetapi, sebagian besar umat Islam melaksanakan ibadah salat tarawih tidak lama setelah menunaikan salat Isya. Hal ini dikarenakan banyak yang memilih mengerjakannya pada awal malam, terlebih jika salat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid.

Niat Salat Tarawih

Dilansir dari buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, berikut ini adalah niat salat tarawih baik sendiri ataupun berjamaah:

1. Niat Salat Tarawih Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

2. Niat Salat Tarawih Berjamaah sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala."

3. Niat Salat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala."

Tata Cara Salat Tarawih

Dikutip dari buku Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i & Lukman Hakim, pelaksanaan salat tarawih dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.

Berikut ini adalah tata cara salat tarawih, antara lain:

  • Memulai dengan berniat dalam hati, sesuai seperti yang ada di atas.
  • Melakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat lain dari Al-Quran.
  • Melakukan rukuk dengan tuma'ninah sambil membaca doa rukuk.
  • Berdiri kembali dalam posisi i'tidal dengan tetap tuma'ninah dan membaca doa.
  • Melakukan sujud pertama secara tuma'ninah serta membaca doa sujud.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah dan membaca doa.
  • Melakukan sujud kedua secara tuma'ninah serta membaca doa.
  • Berdiri kembali untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua, melakukan gerakan yang sama mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
  • Duduk untuk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud.
  • Mengakhiri sholat dengan salam, menoleh ke kanan dan ke kiri dengan mengucapkan salam.
  • Lakukan tata cara yang sama hingga 8 atau 20 rakaat.

Doa Setelah Salat Tarawih

Setelah melaksanakan salat dianjurkan juga untuk membaca doa sebagai bentuk penyempurnaan ibadah pada malam tersebut:

Berikut doa setelah salat tarawih:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Arab Latin:

Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ'I râdlîn. Wa lin na'mâ'I syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ'irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ'i wash shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn.

Artinya:

"Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang diantara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Demikian keutamaan salat tarawih beserta waktu, niat, tata cara, dan doa setelahnya. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads