Salah satu takjil favorit warga Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di Kota Palembang adalah ragit. Makanan ini lebih sering dijumpai pada bulan Ramadhan karena itulah yang membuatnya istimewa.
Dikutip buku Ensiklopedia: Seni, Budaya, dan Pariwisata Kota Palembang karya Syarifuddin, Alian, dan Yunani, ragit dulunya sering dihidangkan pada saat acara beratib saman, upacara penutup acara pernikahan.
Seiring berkembangnya zaman, ragit tidak hanya bisa dinikmati saat acara khusus tetapi bisa setiap hari. Namun, warga lokal lebih menyukai menyantap ragit sebagai takjil Ramadhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar puasa, ragit hanya dijual oleh pedagang komunitas Arab yang bisa ditemui di Pasar Kuto atau daerah Sayangan. Bagi yang rindu dengan hidangan berkuah gurih ini, bisa menyimak rangkuman resep ragit yang nikmat.
Ciri Khas Kuliner Ragit
Berdasarkan buku Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Mulok: Kuliner Wong Kito karya Ida Yulia, ragit mirip dengan mi. Proses pembuatannya memerlukan ketelatenan, kesabaran, dan ketelitian yang luar biasa.
Karena itu, pengolahan ragit dilakukan secara manual menggunakan tangan. Adonan dibentuk seperti mi yang dibuat di atas kuali anti lengket. Cara pembuatannya yakni dengan melingkarkan adonan secara pelan-pelan di atas kuali.
Cara Penyajian Ragit
Secara umum ada dua bagian dalam penyajian ragit. Bagian utama adalah membentuk ragit menjadi mi. Bagian penyerta lainnya yakni kuah yang beraroma rempah serupa dengan kuah kari dengan cita rasa yang gurih dan nikmat.
Menikmati ragit tanpa kuah kari kurang nikmat. Karena ini, selain membuat ragit perlu juga menyiapkan bahan-bahan kuah yang ditaburi bawang goreng dan sambal.
Resep Ragit Khas Palembang
1. Bahan-bahan yang Disiapkan
- 150 gram tepung terigu protein sedang
- 2 butir telur
- 1/2 garam
- 400 ml air
2. Bahan Kari
- 500 gram daging bisa pilih tenderloin, potong dadu 2x2 cm
- 30 ml minyak untuk menumis
- 20 gram lengkuas, iris-iris
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 4 lembar daun kari
- 1 liter santan
- 2 sdm bumbu kari bubuk
- 1 sdt kaldu bubuk instan rasa daging
- 1/4 sdt garam
- 1 sdt penyedap rasa
- 2 sdm gula pasir
- 10 buah cabai rawit
3. Bumbu yang Dihaluskan
- 1/4 sdt merica
- 50 gram kemiri goreng
- 3 buah cabai merah
- 1 sdt ketumbar
- 1/2 sdt jintan
4. Cara Membuat
- Campur tepung terigu, telur, garam, dan air menjadi satu
- Aduk hingga tercampur rata hingga menjadi adonan yang licin, lalu saring
- Tuang adonan ke dalam cetakan bercorong atau plastik segitiga
- Dadar atau lukis di atas pendadar seperti sarang laba-laba hingga matang
- Angkat, dan ulangi hingga adonan habis
- Tumis bumbu yang dihaluskan, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, dan daun kari hingga harum
- Masukkan daging, aduk hingga berubah warna
- Tuang santan, bumbui dengan bubuk kari, kaldu bubuk, garam, penyedap rasa, dan gula pasir
- Masak sambil sesekali diaduk hingga matang dan bumbu meresap
- Sesaat akan diangkat, masukkan cabai, aduk hingga merata
- Sajikan ragit bersama kari daging selagi hangat
Demikian penjelasan resep ragit Palembang yang bisa dijadikan santapan berbuka di bulan Ramadhan. Selamat menikmati, ya.
