RSUD Jambi Angkat Bicara Soal Stok Obat Kosong dan Layanan Kesehatan Turun

Jambi

RSUD Jambi Angkat Bicara Soal Stok Obat Kosong dan Layanan Kesehatan Turun

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Rabu, 25 Feb 2026 09:01 WIB
Health themes: Background of a large group of assorted capsules, pills and blisters. Drug abuse.
Foto: Ilustrasi obat (Getty Images/apomares)
Jambi -

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jambi dr. Anton Trihartanto memastikan jika ketersediaan stok obat dalam kondisi aman untuk enam bulan ke depan. Meski sebelumnya stok obat di sana sempat kosong, namun ia menjamin jika semua telah terpenuhi.

"Memang sebelumnya itu ada keluhan terkait ketersediaan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai). Tetapi saat ini proses pengadaan sudah berjalan setelah mendapat dukungan anggaran dari APBD, sehingga stok obat dan bahan medis semua terjamin," kata Anton kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Kepastian ketersediaan obat dan BMHP dasar seperti infus, kateter, selang hidung, hingga sarung tangan itu disampaikan Anton sebagai bentuk rumah sakit yang terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jambi. Dia menyampaikan bahwa ketersediaan obat, baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap, telah dipetakan melalui perencanaan kebutuhan yang terukur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, stok obat kita dalam kondisi aman hingga enam bulan ke depan. Ini hasil dari perencanaan dan pengendalian distribusi yang lebih ketat," ujar Anton.

Dokter spesialis bedah ini juga menyebutkan jika kebutuhan obat dan alat medis habis pakai sangat dibutuhkan. Menurutnya itu bagian penting sehingga semua yang sempat kosong kini sudah kembali normal.

ADVERTISEMENT

Dia menyebut jika kekosongan beberapa obat tertentu itu dinilai bersifat parsial dan terjadi karena proses pengadaan serta distribusi yang sedang berjalan. Apalagi, selama terjadi soal stok obat tertentu habis, pihak Rumah sakit juga menjalankan pelayanan medis hingga terbaik sesuai standar.

"Jadi untuk obat dasar jenis tertentu yang kosong kita harap tidak boleh kosong lagi. Ini juga target kita agar enam bulan ke depan tidak ada lagi keluhan terkait ketersediaan obat," ucap Anton.

Tak hanya memastikan ketersediaan obat, RSUD juga terus berbenah di berbagai lini pelayanan. Meski banyak menilai bahwa kekurangan obat itu bakal berpengaruh pada menurunnya kualitas pelayanan selama Ramadan, bagi Anton itu tidaklah benar.

Anton mengaku bahwa setiap pelayanan publik di RSUD Jambi mesti terus ditingkatkan termasuk pelayanan di ruang IGD. Peningkatan pelayanan ini bukan untuk pasien tertentu saja, melainkan pasien pengguna BPJS kelas 3 atau tidak mampu juga wajib dilayani dengan baik.

"Melihat angka pasien ini sifatnya fluktuatif maka kita memastikan seluruh pasien tetap dapat ditangani dengan baik," sebut Anton.

Peningkatan seperti percepatan antrean pasien, peningkatan kedisiplinan tenaga kesehatan, hingga optimalisasi sistem digital rumah sakit di bidang administrasi juga dilakukan. Anton menyadari, bahwa pelayanan publik di sektor kesehatan juga harus berjalan prima dan responsif.

Upaya pembenahan ini disebut sebagai bagian dari transformasi layanan menuju rumah sakit yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Anton juga menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu layanan sesuai standar akreditasi rumah sakit.

"Ini rumah sakit kita bersama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini menjadi doa kita bersama agar pelayanan semakin baik, semakin meningkat demi menjaga kepercayaan publik terhadap Rs Mataher," jelas Anton.

Dengan stok obat yang terjamin dan pembenahan layanan yang terus digenjot, tentunya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan RS milik pemerintah daerah semakin meningkat. Bukan hanya itu, Pemerintah Provinsi juga mesti mendukung setiap langkah kerja Rs daerah itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Jambi.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads