Pemkot Palembang Percepat PLTSa di Keramasan, Atasi Masalah Sampah

Sumatera Selatan

Pemkot Palembang Percepat PLTSa di Keramasan, Atasi Masalah Sampah

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Senin, 23 Feb 2026 12:01 WIB
Penampakan gunung sampah di TPA Sukawintan Palembang.
Foto: Ilustrasi tempat pembuangan sampah (Welly Jasrial Tanjung/detikcom)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang mempercepat realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Keramasan sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah. Targetnya, volume sampah harian di kota ini bisa ditekan hingga 30 persen sekaligus diubah menjadi energi listrik.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyebut proyek tersebut akan menjadi pusat pengolahan sampah modern yang mampu menampung hingga 1.000 ton sampah per hari. Dari proses itu, fasilitas diproyeksikan menghasilkan daya listrik mencapai 20 megawatt (MW).

"Produksi sampah Palembang saat ini sekitar 1.200 ton per hari. Dengan kapasitas itu, PLTSa akan sangat membantu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir," kata Dewa dalam keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Minggu (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pengurangan volume sampah di fasilitas bisa mencapai hingga 80 persen dari total sampah yang diolah. Selain itu, proyek ini juga diklaim mampu menekan emisi gas metana yang selama ini muncul dari timbunan sampah terbuka.

Fasilitas tersebut dirancang beroperasi hampir penuh selama 20-24 jam setiap hari. Dalam satu jam, sekitar 40-50 ton sampah akan diproses melalui sistem pembakaran bersuhu tinggi. Uap panas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin pembangkit listrik.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang, Akhmad Mustain, menjelaskan sampah yang masuk akan ditampung lebih dulu di bunker selama kurang lebih tujuh hari sebelum masuk tahap pembakaran (combustion). Proses itu dilengkapi teknologi penyaring emisi berlapis dan pemantauan berkala untuk memastikan ambang batas lingkungan tetap aman.

Dari total energi yang dihasilkan, sekitar 17,7 MW direncanakan masuk ke jaringan listrik PLN. Sisanya digunakan untuk operasional fasilitas.

Namun, Mustain mengakui masih ada tantangan dalam sistem distribusi sampah. Saat ini, Palembang memiliki sekitar 160 armada pengangkut yang melayani 18 kecamatan. Untuk mendukung operasional maksimal PLTSa, dibutuhkan sedikitnya 220 unit armada atau masih kurang sekitar 60 kendaraan.

"Perlu penambahan dan peremajaan armada agar distribusi sampah dari TPS ke fasilitas berjalan tepat waktu dan sesuai kapasitas," ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot juga terus mendorong peran masyarakat melalui gerakan pemilahan sampah dan penguatan bank sampah di tingkat kelurahan. Program satu kelurahan satu bank sampah kini telah terealisasi di 96 dari 107 kelurahan.

Setiap bank sampah disebut mampu mengurangi 0,5 hingga 1 ton sampah per hari. Jika ditotal, kontribusinya mencapai 50-100 ton per hari atau sekitar 4-8 persen dari produksi sampah harian kota.

Dengan kombinasi PLTSa dan partisipasi warga, Pemkot optimistis persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar Palembang bisa ditekan secara bertahap sekaligus memberi nilai tambah berupa energi listrik.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads