15 Warga Sumsel di Kamboja Belum Bisa Pulang karena Terkendala Dokumen

Sumatera Selatan

15 Warga Sumsel di Kamboja Belum Bisa Pulang karena Terkendala Dokumen

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 21 Feb 2026 19:31 WIB
Ilustrasi Paspor Indonesia
Foto: Ilustrasi paspor (Ari Saputra)
Palembang -

Sebanyak 15 warga Sumatera Selatan yang terjebak di Kamboja, hingga kini belum bisa kembali ke Tanah Air. Proses kepulangan mereka masih terkendala pengurusan dokumen.

"Update dari 15 orang di Kamboja, masih ada masalah dokumen yang sedang dalam proses, sehingga secara keseluruhan belum bisa dipulangkan," ujar Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel Waydinsyah, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, ke-15 orang itu berangkat secara nonprosedural, sehingga proses pemulangan memakan cukup waktu. Apalagi, sebagian dari mereka tak lagi memegang dokumen perjalanan, karena disita oleh tempat mereka bekerja diduga sindikat scamming.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk bisa kembali ke Indonesia, mereka diwajibkan memiliki dokumen resmi seperti paspor. Jika paspor tidak ada, maka harus diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) agar dapat melewati proses imigrasi dan memperoleh izin keluar (exit permit)," katanya.

ADVERTISEMENT

Waydinsyah menyebut pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk pengurusan dokumen. Namun, prosesnya membutuhkan waktu karena tingginya jumlah pengajuan serupa dari berbagai daerah di Indonesia.

Koordinasi dengan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang guna mempercepat proses pemulangan juga telah dilakukan.

"Kendala utama memang di dokumen yang masih diproses di KBRI. Di sana sangat padat, banyak yang diurus, bukan hanya dari Sumsel. Proses pengurusan dokumen bisa memakan waktu bervariasi, mulai dari 24 hari hingga satu bulan. Tergantung permasalahan yang dihadapi," jelasnya.

"Jika seluruh dokumen lengkap, termasuk paspor atau SPLP serta izin keluar dari otoritas imigrasi Kamboja, maka seluruhnya akan segera dipulangkan," sambungnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads