Sholat Witir Berapa Rakaat? Ini Ketentuan untuk Tarawih hingga Tahajud

Sholat Witir Berapa Rakaat? Ini Ketentuan untuk Tarawih hingga Tahajud

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Sabtu, 21 Feb 2026 07:30 WIB
Sholat Tarawih dan Witir
Ilustrasi sholat Witir. (Foto: Babajide Olusanya/Pexels)
Palembang -

Witir adalah ibadah sunah yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang waktu Subuh. Lain dari batas tersebut, tidak sah menunaikannya. Lalu, berapa rakaat dalam pengerjaan sholat Witir?

Dikutip Buku Pintar Shalat karya M Khalilurrahman Al Mahfani, sholat Witir ditunaikan sebagai penutup sholat. Biasanya setelah Tarawih atau Tahajud. Hukum mengerjakannya sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Abu Hurairah, ia berkata:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekasihku Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal yaitu, puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan sholat witir sebelum tidur." (HR. Jamaah).

Rakaat Sholat Witir

Witir berarti ganjil. Karena itu, sholat ini dikerjakan dalam bilangan ganjil. Jumlahnya minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Ketentuan rakaat menyesuaikan dengan kemampuan yang melaksanakan sholat.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Nabi SAW bersabda:

"Sholat witir adalah hak bagi setiap orang muslim, maka siapa yang ingin mengerjakan lima rakaat maka kerjakanlah. Siapa yang ingin mengerjakan tiga rakaat maka kerjakanlah, dan siapa yang ingin mengerjakan satu rakaat maka kerjakanlah." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Nasa'i).

Ketentuan rakaat Witir menjadi pilihan dari yang melaksanakan. Adapun hal yang perlu diingat, sholat ini boleh dikerjakan setelah menunaikan sholat Isya. Jika sebelum itu, maka tidak sah sholat Witirnya.

Tata Cara Sholat Witir Berdasarkan Rakaat

Aturan mengerjakan sholat Witir adalah rakaat ganjil. Setiap rakaat yang dipilih terdapat ketentuan yang perlu dipahami.

1. Witir 1 Rakaat

Cara mengerjakan Witir 1 rakaat dilakukan seperti sholat biasa tetapi langsung ditutup dengan tasyahud akhir dan salam. Untuk bacaannya tetap sama.

2. Witir Lebih dari 1 Rakaat

Cara mengerjakan Witir lebih dari 1 rakaat yakni memisahkan rakaat terakhir dengan rakaat sebelumnya. Contohnya untuk 3 rakaat, maka dianjurkan melakukan dua rakaat dan salam. Kemudian, dilanjutkan satu rakaat lagi.

Dari Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SaW mengerjakan sholat Witir dua rakaat dan satu rakaat witir yang masing-masing satu salam. Kendati begitu, bila ingin digabungkan tidak masalahnya.

Misalnya witir 3 rakaat dikerjakan secara sekaligus dengan satu salam. Catatan penting dalam pengerjaan ibadah ini tidak ada tasyahud awal, tetapi langsung tasyahud akhir.

Niat Sholat Witir 3 Rakaat

Setelah sholat tarawih, dianjurkan untuk mengerjakan sholat witir. Nah, berikut ini bacaan niat sholat witir 3 rakaat:

1. Niat Sholat Witir Berjamaah

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaan ma'muuman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Witir Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah Ta'ala"

Niat Sholat Witir 1 Rakaat

1. Niat untuk Sendiri/Imam:

أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala".

2. Niat untuk Makmum:

أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak'atan ma'muman lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunah witir satu rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala".

Doa Setelah Sholat Witir

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنَا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِينًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشَّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُعَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman wanas-aluka qalban khaasyi'an wanas aluka 'ilman naafi'an wa nas-aluka yaqiinan shaadiqan wa nas-aluka 'amalan shaalihan wa nas-aluka diinan qayyiman wa nas-aluka khairan katsiiran wa nas-alukal 'afwa wal'aafiyata wanas-aluka tamaamal 'aafiyati wa nas-alukasy syukra 'alal 'aafiyati wa nas alukal ghinaa 'aninnaasi, allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiina wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iina wal hamdu lillaahi rabbil aalamiina.

Artinya: "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang langgeng, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu bersyukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu kecukupan dari semua manusia. Wahai Tuhanku! Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, kerendahan kami, dan pengabdian kami, serta sempurnakanlah kekurangan kami. Wahai Allah! Wahai Allah! Wahai Allah! Wahai Dzat Yang Maha Penyayang! Berilah kesejahteraan kepada sebaik-baik makhluk yakni Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Demikian penjelasan mengenai rakaat sholat Witir lengkap dengan niat dan doanya. Semoga berguna, ya.



(mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads