Keutamaan Salat Tarawih Ramadan dan Perbedaan Jumlah Rakaatnya

Keutamaan Salat Tarawih Ramadan dan Perbedaan Jumlah Rakaatnya

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Kamis, 19 Feb 2026 19:00 WIB
Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Palembang -

Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang secara khusus dikerjakan pada bulan Ramadan, setelah selesai melaksanakan salat Isya. Amalan ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya sebagai sarana penghapus dosa-dosa yang telah lalu.

Meski dianjurkan untuk dilaksanakan selama Ramadan, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih. Hal ini wajar karena dalam khazanah fikih Islam terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang jumlah rakaatnya.

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai keutamaan dan berapa jumlah rakaat sholat Tarawih. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Salat Tarawih

Dilansir dari buku berjudul Panen Pahala dengan Puasa karya Akhmad Iqbal dan sumber lainnya, Berikut ini sejumlah keutamaan dari salat tarawih, antara lain:

1. Dosa-Dosa Lalu Dapat Diampuni

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau." (HR al-Bukhari, Muslim)

Terdapat juga hadits lain yang menjelaskan jika orang yang menunaikan sholat tarawih di bulan Ramadan akan mendapatkan ampunan dosa.

"Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata, 'Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat Tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (HR Muslim)

2. Memperoleh Pahala Penuh

Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

Artinya: "Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh)." (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa'i)

3. Membawa Kedamaian dan Ketenangan Hati

Sholat tarawih memberikan ketenangan dan kedamaian batin. Suasana Ramadan yang penuh dengan kekhusyukan dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan damai, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

4. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Wajib

Sholat tarawih merupakan salah satu amalan sunnah yang secara khusus terdapat di bulan Ramadan dan dapat menyempurnakan kekurangan sholat wajib. Dalam hadis at-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah sholatnya. Jika sholatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika sholatnya buruk maka dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari sholat fardhunya mempunyai pahala sholat sunnah untuk melengkapi kekurangan sholat fardhu? Kemudian seluruh amalnya seperti itu".

Berapa Jumlah Rakaat Sholat Tarawih?

Salah satu pertanyaan yang mungkin sering muncul dalam bulan Ramadan adalah mengenai jumlah rakaat salat tarawih. Dilansir dari buku Fiqh Praktis karya Muhammad Bagir, para ulama juga memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah sholat sunnah ini.

Sebagian ulama berpendapat rakaat salat tarawih berjumlah delapan rakaat yang ditambah tiga rakaat witir, sesuai kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Dilansir dari laman Muhammadiyah, pendapat ini merujuk pada hadits sahih dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim.

"Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman (diriwayatkan) bahwa dia bertanya kepada 'Aisyah r.a.: Bagaimana tata cara shalat Nabi saw pada bulan Ramadhan? 'Aisyah r.a. menjawab: Beliau shalat (sunah qiyamul-lail) pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau shalat tiga rakaat." (HR. al-Bukhari Nomor 3304).

Sementara itu, pendapat lain menyebutkan jika sholat Tarawih dianjurkan sebanyak 20 rakaat, ditambah dengan tiga rakaat witir. Pandangan ini mengacu pada riwayat Tirmidzi yang menyatakan bahwa pada masa Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, kaum muslimin melaksanakan sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat,

Pendapat tersebut juga diikuti sebagian ulama fikih, seperti mazhab Hanafiyah, Hanbaliyah, dan Syafi'iyah.

Sedangkan dilansir dari laman NU Online, sebagian ulama mazhab Maliki menyatakan bahwa sholat Tarawih berjumlah 36 rakaat, sebagaimana dijelaskan Imam An-Nafrawi:

"Dan ulama salaf melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan di masjid-masjid dengan 20 rakaat... Lalu setelah itu mereka shalat dengan 36 rakaat."

Kesimpulan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa jumlah rakaat salat tarawih, baik 8 rakaat, 20 rakaat, maupun 36 rakaat, masing-masing memiliki dasar dalil yang kuat.

Perbedaan ini tercermin dalam praktik organisasi Islam di Indonesia. Dilansir dari laman Universitas Negeri Surabaya, Muhammadiyah menetapkan sholat Tarawih sebanyak 11 rakaat (8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat witir), dengan berpegang pada praktik Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan sholat Tarawih sebanyak 23 rakaat (20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat witir), dengan berlandaskan pada praktik para sahabat dan tradisi mazhab fikih yang berkembang dalam sejarah Islam.

Dalam khazanah fikih Islam, perbedaan ini termasuk ke dalam wilayah Khilafiyah yang dibenarkan. Oleh karena itu, umat Islam dapat mengikuti salah satu pendapat atau menyesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku di masjid masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan berniat hanya semata untuk mencari ridho-Nya.

Niat Salat Tarawih

Dilansir dari buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, berikut ini adalah niat sholat tarawih baik sendiri ataupun berjamaah:

1. Niat Sholat Tarawih Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

2. Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala."

3. Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala."

Tata Cara Sholat Tarawih

Dikutip dari buku Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i & Lukman Hakim, pelaksanaan sholat tarawih dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.

Berikut ini adalah tata cara sholat Tarawih, antara lain:

  • Memulai dengan berniat dalam hati, sesuai seperti yang ada di atas.
  • Melakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat lain dari Al-Quran.
  • Melakukan rukuk dengan tuma'ninah sambil membaca doa rukuk.
  • Berdiri kembali dalam posisi i'tidal dengan tetap tuma'ninah dan membaca doa.
  • Melakukan sujud pertama secara tuma'ninah serta membaca doa sujud.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah dan membaca doa.
  • Melakukan sujud kedua secara tuma'ninah serta membaca doa.
  • Berdiri kembali untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua, melakukan gerakan yang sama mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
  • Duduk untuk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud.
  • Mengakhiri sholat dengan salam, menoleh ke kanan dan ke kiri dengan mengucapkan salam.
  • Lakukan tata cara yang sama hingga 8 atau 20 rakaat.

Demikian informasi mengenai keutamaan dan jumlah rakaat salat tarawih. Semoga berguna ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Mengulik 5 Keutamaan Salat Duha, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads