Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat Lengkap Bacaan Arab-Latin serta Witir

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Selasa, 17 Feb 2026 18:20 WIB
Ilustrasi salat Tarawih. (Foto: Freepik/freepik)
Palembang -

Salat Tarawih adalah ibadah sunah di bulan Ramadan yang dilaksanakan malam hari setelah salat Isya. Bagi setiap muslim, memantapkan niat dalam hati menjadi syarat penting sebelum memulai amalan ini.

Dalam ajaran Islam, niat berfungsi sebagai landasan utama dan beraktivitas, termasuk ketika menunaikan salat Tarawih. Kesungguhan niat inilah yang menjadi sumber kekuatan untuk tetap beribadah meski dilakukan di waktu malam.

Mengenai salat Tarawih, Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan salat sunah ini di malam Ramadan, meski hukumnya tidak wajib. Sebagaimana dikutip buku Tuntutan Salat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang bangun pada malam bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosa yang telah lalu," (HR. Jamaah).

Rakaat Salat Tarawih

Mengenai bilangan rakaat Tarawih terdapat perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan 8 rakaat (11 dengan Witir) dan 20 rakaat (23 dengan Witir). Pendapat pertama landasannya pada perkataan Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Nabi SAW tidak pernah menambah salat sunnatnya pada waktu malam, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya lebih dari 11 rakaat," (HR. Jama'ah).

Pendapat kedua juga memiliki dalil yang bersumber pada hadis dari As Saib bin Yazid RA, ia mengatakan:

"Mereka melaksankaan sholat 20 rakaat di zaman Khalifah Umar bin Khattab RA. Mereka yang ikut sholat jumlahnya ratusan. Di zaman Khalifah Usman mereka bersandar karena lamanya berdiri," (HR. Baihaqi).

Dilansir laman Muhammadiyah, Imam Mazhab seperti Imam Syafi'i, Imam Abu Hanifah, dan Ahmad bin Hambal melakukan Tarawih 20 rakaat. Sementara itu, Imam Malik memilih mengerjakan 36 rakaat dengan ditutup Witir. Menyikapi perbedaan ini, ulama atsar dan sahabat nabi tidak membatasi bilangan rakaat Tarawih.

Untuk di Indonesia, masyarakat menggunakan kedua pendapat tersebut. Warga Muhammadiyah memilih mengerjakan Tarawih 8 rakaat ditambah 3 Witir. Sementara Nahdlatul Ulaman dan lainnya memilih 20 rakaat dan 3 Witir.



Simak Video "Video: Suasana Khidmat Salat Tarawih Perdana di Masjid Istiqlal Jakarta"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork