Tradisi tahunan "Bantai Adat" kembali digelar warga di Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, Jambi. Tradisi yang dikenal sebagai 'Sembelih kerbau' ini dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Bupati Merangin Jambi, M Syukur mengatakan tradisi 'Bantai Adat' merupakan tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Pangkalan Jambu. Dia menyebut saat masuk Ramadan, tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur saat masuk bulan Ramadan.
"Ini tradisi yang sangat dijaga oleh masyarakat Pangkalan Jambu sebagai tradisi yang turun temurun dilakukan. Nantinya, daging kerbau yang disembelih akan dinikmati atau dibagikan ke warga," kata Syukur, Senin (16/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, sebanyak 80 ekor kerbau disembelih dalam prosesi adat yang telah berlangsung pada Minggu (15/2). Ritual penyembelihan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dari berbagai desa.
Sejak pagi, warga telah berkumpul di lokasi pelaksanaan untuk mengikuti rangkaian doa bersama, dilanjutkan prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kepada masyarakat.
M Syukur menyebut, tradisi "Bantai Adat" bukan sekadar kegiatan penyembelihan hewan, tetapi memiliki makna sosial dan spiritual yang kuat. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, kepedulian sosial, serta bentuk persiapan masyarakat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.
"Daging kerbau yang sudah disembelih dibagikan secara merata kepada warga, termasuk kaum dhuafa. Pembagian ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Ramadan sekaligus mempererat solidaritas antarwarga," ujar Syukur.
Syukur mengatakan bahwa dalam tradisi tahunan itu Pemerintah Kabupaten Merangin Jambi sangat mendukungnya. Kata Syukur, pemerintah daerah turut mengapresiasi pelestarian tradisi leluhur ini sebagai bentuk menjaga nilai budaya lokal.
"Saya mewakili Pemerintah daerah sangat berterima kasih buat masyarakat Pangkalan Jambu yang terus menjaga warisan tradisi leluhur atau tradisi nenek moyang ini. Mudah-mudahan kebiasaan yang baik ini akan terus dipertahankan," terang Syukur.
Syukur juga mengungkapkan bahwa kegiatan yang dinilai mampu memperkuat semangat gotong royong menjadi ciri khas masyarakat setempat. Dia harap tradisi ini akan dijalankan hingga anak cucu mendatang.
"Kami Pemerintah akan terus mendorong jika tradisi dari warga ini menjadi agenda penting oleh Pemkab Merangin sebagai agenda tahunan. Tradisi ini mesti dijaga oleh kita sampai anak cucu kita nanti, agar ke depan anak cucu kita tetap mengenal yang namanya tradisi 'Bantai Adat'," kata Syukur.
Tradisi "Bantai Adat" memang telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan warga. Selain menjadi bagian dari kearifan lokal, kegiatan ini juga menjadi momentum kebersamaan yang mempertegas identitas budaya masyarakat Merangin dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 hijriah nanti. Tradisi lama yang masih dijaga dan dilestarikan oleh warga dan Pemkab Merangin Jambi ini dirasakan lewat makan besar dan makan bersama saat 2 hari menjelang Ramadan serta diawal bulan Ramadan.
Tradisi tahunan itu, dari 80 ekor kerbau disembelih, dagingnya ada yang dibagikan secara gratis dan bahkan ada dijual ke warga dengan harga yang terjangkau murah.
"Jadi dari 'Bantai Adat' atau Bantai Kerbau ini selain dari daging di jual harga murah, ada pula di bagikan ke kaum Dhuafa atau anak yatim. Dimana kerbau dibeli oleh pengusaha lokal dan dibagikan khusus buat anak yatim dan kaum dhuafa," kata Kades Perentak Pangkalan Jambu, Jhon Faizer.
Jhon mengaku, bahwa tradisi lama sejak dulu itu sudah diakui oleh Pemkab Merangin menjadi festival tahunan dan agenda budaya yang semakin berkembang saat menyambut bulan puasa.
Menurut Jhon, tradisi yang sudah semakin berkembang di era zaman sekarang ini tentunya sudah banyak dihadiri oleh semua kalangan. Tradisi ini sudah dipopulerkan menjadi festival tahunan yang dibalut dengan pertunjukan seni budaya, dan melestarikan kuliner tradisional serta parade pakaian tradisional.
"Di acara ini kita juga buat Bazar lalu acara lainnya agar pelaksanaan tradisi 'Bantai Adat' menjadi meriah. Dan kita berharap ke depan tradisi ini bisa lebih meriah lagi dan Pemda mau memberikan tanah wakaf buat dijaga masyarakat buat melaksanakan acara-acara Adat serta acara 'Bantai Adat' tahun mendatang," harap Jhon.
Simak Video "Video Kronologi 3 Pekerja Tewas di Tongkang, Diduga Keracunan Gas"
[Gambas:Video 20detik] (dai/dai)
