Harga Bahan Pokok di Lubuklinggau Merangkak Naik Jelang Ramadan

Sumatera Selatan

Harga Bahan Pokok di Lubuklinggau Merangkak Naik Jelang Ramadan

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Sabtu, 14 Feb 2026 20:00 WIB
Ilustrasi cabai merah di keranjang
Ilustrasi cabai (Foto: Pixabay/JillWellington)
Lubuklinggau -

Menjelang bulan suci Ramadan, harga bahan pokok di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan mulai merangkak naik. Kenaikan harga meliputi daging ayam, sapi, bawang, hingga cabai.

Diketahui untuk harga daging ayam dari Rp 37.000/kg, sekarang menjadi Rp 40.000/kg. Untuk harga telur ayam meningkat dari Rp 55.000/karpet menjadi Rp 57.000/karpet. Untuk harga daging sapi dari Rp 130.000/kg, kini sudah menjadi Rp 140.000/kg.

Untuk harga cabai merah keriting mengalami penurunan yakni dari Rp 60.000/kg, sekarang menjadi Rp 45.000/kg dan cabai rawit hijau tetap sama dibandingkan minggu sebelumnya yakni Rp 60.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbanding terbalik, harga cabai merah besar dari Rp 35.000/kg, saat ini menjadi Rp 50.000/kg. Cabai rawit merah dari Rp 60.000/kg, melonjak naik menjadi Rp 80.000/kg.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau Medhioline Sapta Windu mengatakan saat ini untuk harga sembako di sejumlah pasar tradisional Lubuklinggau memang sudah mulai merangkak naik.

"Memang sudah mulai merangkak naik jelang puasa ini. Salah satunya terjadi pada harga cabai rawit merah. Bawang juga naik antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Kalau bawang merah Rp 38.000/kg dan bawang putih Rp 36.000/kg," katanya, Sabtu (14/2/2026).

Medhioline mengungkapkan kenaikan harga bahan pokok tersebut dikarenakan banyaknya permintaan akhir-akhir ini dan juga pengaruh cuaca buruk.

"Karena memang jelang puasa permintaan melonjak naik jadi harga juga naik. Sedangkan sayur mayur dan cabai itu karena faktor cuaca hujan deras yang terjadi saat ini sehingga mempengaruhi hasil panen. Mangkanya harganya jadi merangkap naik," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads