Jelang Ramadan, Ini 9 Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Jelang Ramadan, Ini 9 Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Kamis, 12 Feb 2026 21:00 WIB
Ilustrasi ziarah kubur atau nyekar.
Ilustrasi ziarah kubur atau nyekar. (Foto: ChatGPT)
Palembang -

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Saat melakukan amalan ini dapat mengikuti adab sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Ziarah kubur sendiri adalah kegiatan untuk memberikan doa bagi keluarga dan kerabat yang telah berpulang terlebih dahulu. Rasulullah SAW bersabda:

"Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian pada kehidupan akhirat," (HR Ibnu Majah).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang Ramadan, ziarah kubur menjadi salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia. Berikut detikSumbagsel sajikan informasinya.

Adab Ziarah Kubur

Dilansir dari Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani dkk dan sumber lainnya, berikut 9 adab ziarah kubur.

ADVERTISEMENT

1. Mengucap Salam

Adab pertama yang hendaknya seorang muslim lakukan dalam ziarah kubur adalah mengucapkan salam. Peziarah dianjurkan untuk menyampaikan salam kepada penghuni kuburan yang beragama Islam.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَة

Arab Latin: Assalaamu 'alaikum ahlad diyaari minal mu`miniina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu bikum Laahiquun. As`alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyah.

Artinya: "Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaallah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan dan kalian semua." (HR Muslim)

2. Tidak Memakai Alas Kaki di Kuburan

Ketika berziarah, umat muslim dianjurkan untuk melepas alas kaki yang digunakan pada saat melangkah di atas kuburan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan untuk para penghuni kubur. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai orang yang memakai sandal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya) adalah Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya." (HR Abu Daud)

3. Membaca Surah Pendek

Adab lain yang dianjurkan saat ziarah kubur adalah membaca surah pendek. Amalan ini juga memberikan pahala bagi peziarah yang membacanya dengan ikhlas.

Selain itu, bacaan surah pendek diharapkan bisa mendatangkan rahmat untuk mayit yang dikunjungi. Dengan begitu, ziarah kubur tidak hanya membawa pahala bagi peziarah, tetapi bagi mereka juga yang telah tiada.

4. Mendoakan Mayat

Rasulullah SAW mengunjungi makam para sahabatnya untuk mendoakan dan memohon ampunan bagi mereka. Saat berdoa, dianjurkan menghadap kiblat dan diperbolehkan mengangkat tangan.

Menangis saat berziarah, juga bukanlah hal yang dilarang. Rasulullah SAW juga pernah menangis saat mengunjungi makam ibunya. Akan tetapi kesedihan yang disertai dengan ratapan berkepanjangan, seperti berteriak meraung-raung di kubur, merupakan hal yang dilarang.

5. Tidak Duduk dan Berjalan di Atas Makam

Salah satu adab penting lain yang harus senantiasa dijaga adalah untuk menghindari duduk atau berdiri di atas makam. Namun, diperbolehkan berjalan di sisi atau di antara makam-makam yang ada. Rasulullah SAW bersabda,

"Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim)

6. Menyiram Air

Menyiram air di atas kubur saat berziarah diperbolehkan dalam Islam. Hal ini didasarkan dalam salah satu hadits yang menyebutkan praktik tersebut.

"Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya." (HR Abu Daud)

7. Suci dari Hadas

Seorang muslim yang hendak melakukan ziarah kubur dianjurkan pergi dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun hadas besar.

8. Menjaga Makam Tetap Suci

Jangan melakukan hal yang tidak pantas di area makam, seperti buang air kecil hingga besar.

9. Meluruskan Niat dan Menghindari Kemusyrikan

Ziarah kubur haruslah dilakukan dengan niat hanya untuk Allah SWT semata. Tujuannya semata untuk mendoakan ahli kubur agar amal kebaikannya semasa hidup diterima dan setiap dosanya diampuni oleh Allah SWT.

Peziarah dilarang memohon atau meminta sesuatu selain kepada Allah SWT, baik secara sengaja atau tidak. Perbuatan tersebut termasuk salah satu dosa besar dalam Islam.

Ziarah Kubur Sebelum Ramadan

Ziarah kubur merupakan amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh umat Muslim, terutama apabila itu mengingatkan pada kematian. Mengutip buku Ensiklopedia Islam (Akidah, Ibadah, Muamalah, Tematik) karya Dr. Makmur Dongoran, ziarah kubur dapat dilaksanakan kapan saja pada semua waktu. Tidak ada waktu khusus untuk menziarahi kubur.

Syaikh bin Baz juga mengatakan jika ziarah kubur tidak memiliki waktu khusus dan bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam. Tidak ada dalil yang mendasari bahwa ziarah kubur dianjurkan dilakukan menjelang bulan Ramadhan atau saat Idul Fitri.

Doa Ziarah Kubur

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Arab Latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa 'aafìhii wa'fu 'anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi' madkholahu, waghsilhu bil maa'i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan hhairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaban naar

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka." (HR Muslim no 963)

Demikian informasi mengenai sembilan adab ziarah kubur sesuai sunah Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Hukum Ziarah Kubur Sebelum Idul Fitri"
[Gambas:Video 20detik] (csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads