Puluhan Remaja di Lubuklinggau Tawuran, Warga Resah

Sumatera Selatan

Puluhan Remaja di Lubuklinggau Tawuran, Warga Resah

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Minggu, 08 Feb 2026 22:30 WIB
ilustrasi tawuran
Ilustrasi tawuran (Foto: Mindra Purnomo)
Lubuklinggau -

Puluhan remaja di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kembali melakukan aksi tawuran di area kompleks warga. Hal tersebut pun membuat warga menjadi resah.

Diketahui aksi tersebut terjadi di Simpang Batu Urip, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Aksi tawuran tersebut terekam kamera CCTV milik warga setempat. Terlihat puluhan remaja saling kejar menggunakan motor serta melempar batu. Akibatnya warga pun jadi terganggu akibat suara teriakan serta lemparan batu yang mengenai rumah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut warga setempat berinisial R, aksi tawuran tersebut sering terjadi di kawasan tersebut. Diduga kuat area tersebut menjadi titik kumpul rutin para remaja untuk melakukan aksi tawuran yang hampir setiap malam terjadi.

"Kami sudah sangat resah. Kejadian ini sering sekali terjadi setiap malam. Aksi ini sangat membahayakan warga yang melintas dan juga merusak ketenangan warga di sana," katanya, Minggu (8/2/2026).

ADVERTISEMENT

Warga pum mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia berharap agar aksi preventif segera dilakukan sebelum jatuh korban jiwa atau kerugian yang lainnya.

"Kami berharap agar pihak kepolisian meningkatkan patroli malam, lalu melakukan penertiban kerumunan remaja di titik-titik kumpul sepanjang Jalan Batu Urip, serta melakukan tindakan hukum bagi mereka yang kedapatan membawa senjata tajam atau mengganggu ketertiban umum yakni tawuran," harapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara Ipda Beny Kurniawan mengatakan aksi tawuran yang terjadi malam tersebut sudah dibubarkan oleh pihaknya.

"Memang aksi seperti ini sering terjadi, biasanya terjadi pada malam minggu. Kebetulan waktu itu berpatroli, bersama dengan RT kita langsung membubarkan aksi mereka," ujarnya.

Beny mengatakan untuk menekan aksi serupa agar tidak terjadi lagi, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada warga agar mengingatkan anak mereka untuk tidak menggelar aksi tawuran. Kemudian pihaknya juga akan meningkatkan patroli pada jam malam.

"Kebetulan kita juga tergabung di dalam grup warga, titik lokasinya itu biasa terjadi di RT-05 dan sudah kita imbau dan kita ingatkan agar orang tua untuk dapat mengingatkan anak mereka untuk tidak melakukan aksi tersebut, apalagi pada saat malam hari," jelasnya.

"Jadi tidak bisa sebatas kita saja, tetapi orang tua juga harus melakukan pengawasan, kita hanya bisa melakukan tindakan persuasif," sambungnya.

Dalam mengatasi persoalan ini, Beny mengatakan tidak cukup hanya sebatas pihak kepolisian saja, namun peran orang tua serta pemerintah setempat sangat penting dalam melakukan pengawasan kepada anak.

"Ke depan kita juga akan terus meningkatkan jam patroli terlebih di waktu-waktu rawan, karena memang rawan terjadi aksi," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads