Kesultanan Palembang Nilai Ziarah Kubro Perkuat Sejarah dan Persatuan

Sumatera Selatan

Kesultanan Palembang Nilai Ziarah Kubro Perkuat Sejarah dan Persatuan

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Minggu, 08 Feb 2026 20:30 WIB
Pangeran Kesultanan Palembang Darussalam Kemas H. Muhammad Ali Zubair (tengah baju hitam)
Pangeran Kesultanan Palembang Darussalam Kemas H. Muhammad Ali Zubair (tengah baju hitam) (Foto: Istimewa/Desti Wulandari)
Palembang -

Kesultanan Palembang Darussalam menilai Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam 2026 menjadi sarana penting dalam memperkuat nilai sejarah. Bukan itu saja, juga persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap ulama serta leluhur Palembang.

Rangkaian hari ketiga atau puncak Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam 2026 berlangsung khidmat dengan dihadiri para habaib, kiai, ulama, serta ribuan peziarah dari berbagai daerah dan luar negeri.

Tradisi tahunan ini menjadi bagian dari ritual keagamaan sekaligus napak tilas sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangeran Kesultanan Palembang Darussalam, Kemas H Muhammad Ali Zubair mengatakan ziarah kubro merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan selama tiga hari dengan rute yang telah ditetapkan.

Pada hari puncak, kata dia, para ulama dan habaib melakukan napak tilas dari kawasan Pasar Kuto menuju makam Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikromo, sebelum melanjutkan ziarah ke kompleks pemakaman Kawah Tengkurep.

ADVERTISEMENT

"Ziarah kubro ini adalah ritual keagamaan yang sarat makna positif, terutama untuk menumbuhkan kecintaan kepada para ulama, habaib, kiai, dan para sultan sebagai pendahulu dan pejuang Palembang," ujar Kemas H. Muhammad Ali Zubair, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, termasuk ulama, habaib, kiai, serta para sultan dan zuriat Kesultanan Palembang Darussalam yang dimakamkan di kawasan tersebut.

Nilai kecintaan terhadap sejarah dan perjuangan para tokoh terdahulu menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Selain memperkuat nilai keagamaan dan sejarah, ziarah kubro juga dinilai berkontribusi dalam mempererat persatuan serta mendukung sektor pariwisata daerah.

Kegiatan ini turut mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan unsur forkopimda, yang selama ini memberikan dukungan terhadap pelaksanaan ziarah kubro sebagai agenda tahunan Palembang.

Kemas H. Muhammad Ali Zubair mengajak masyarakat, khususnya warga Palembang, untuk lebih mencintai sejarah dan tradisi daerahnya sendiri. Menurutnya, kecintaan terhadap ulama, tokoh agama, dan leluhur merupakan bagian dari kecintaan terhadap bangsa dan negara.

"Orang-orang dari luar daerah bahkan luar negeri datang dan mencintai Palembang. Maka sudah seharusnya kita sebagai warga Palembang lebih dulu mencintai sejarah dan para pendahulu kita," katanya.

Ke depan, Kesultanan Palembang Darussalam berharap pelaksanaan ziarah kubro dapat terus ditingkatkan melalui koordinasi yang lebih baik antar panitia dan komunitas keagamaan, sehingga nilai sejarah, persatuan, dan syiar Islam dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads