Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memprediksi hujan di Sumsel berlangsung empat bulan ke depan. Kondisi cuaca yang terjadi juga berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi, khususnya di daerah rawan banjir, tanah longsor, dan pemda diminta waspada.
"Musim hujan di wilayah Sumatera Selatan berkisar sampai dengan akhir April atau awal Mei mendatang. Rentang akhir musim hujan itu berada di sebagian wilayah. Sehingga, tak seluruh wilayah secara bersamaan langsung berakhir musim hujan," ujar Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis, Sabtu (7/2/2026)
Peningkatan curah hujan disebutnya juga masih akan terjadi. Kisaran curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah Sumsel, pada rentang 100-300 milimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum pada Februari hingga April dominan curah hujan pada kisaran intensitas 100 hingga 300 mm. Sehingga, daerah yang rawan bencana hidrometeorologi diimbau tetap waspada dan selalu memantau informasi yang disampaikan BMKG," katanya.
Curah hujan yang masih cukup tinggi ini berpotensi memicu genangan air, banjir luapan sungai, serta tanah longsor di wilayah dengan kontur tanah labil dan daerah aliran sungai.
Sejumlah kawasan di Sumsel yang memiliki riwayat banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Selain itu, masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah dataran rendah diminta untuk memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan sekitar," tambahnya.
Wandayantolis menyebut, menjelang berakhirnya musim hujan, akan ditandai dengan menurunnya curah hujan harian. Hal itu juga membuat potensi bencana hidrometerologi berkurang. Namun, Sumsel akan menghadapi potensi bencana berikutnya.
"Setelah musim hujan, akan terjadi kemarau. Di wilayah Sumsel, potensi bencana pada saat itu adalah kebakaran hutan dan lahan," tambahnya.
