Cegukan atau Singultus merupakan fenomena yang kerap terjadi sehari hari. Umumnya terjadi cegukan bukan merupakan kondisi yang serius hingga butuh pengobatan dokter. Meski tidak terlalu serius, fenomena cegukan dan cara mengobatinya perlu diketahui.
Dialnsir dari Evaluasi dan Tatalaksana Singultus oleh Finna Christianty, Dkk., Singultus atau cegukan merupakan bentuk refleks sistem saraf batang otak, saraf vagus, dan frenikus. Refleks tersebut kemudian menghasilkan suara khas cegukan.
Berikut ini rangkuman fenomena cegukan dan cara mengobatinya. Sehingga jika terkena cegukan dapat mengatasi secepat mungkin dan tidak mengganggu aktivitas.
Definisi dan Cara Kerja Cegukan
Dalam istilah medis cegukan disebut singultus. Fenomena ini bersifat umum, akut (terjadi mendadak), dan transien (cepat hilang). Karena sifatnya yang singkat, cegukan biasanya hanya sedikit mengganggu dan tidak memerlukan penanganan medis yang rumit.
Cegukan muncul akibat kontraksi atau kejang yang tidak disengaja pada otot diafragma (otot di bawah paru-paru) dan otot-otot di sela iga. Hal ini diikuti dengan penutupan katup pita suara secara sangat cepat, sehingga udara yang masuk tertahan dan memunculkan suara khas "hik".
Cegukan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Bahkan, fenomena ini sudah dapat ditemukan pada bayi sejak masih dalam kandungan. Seiring bertambahnya usia, cegukan yang bersifat mendadak akan makin jarang terjadi.
Namun, jenis cegukan yang lebih lama (persisten) justru lebih banyak dijumpai pada kelompok usia dewasa. Secara statistik, kemungkinan pria dan wanita mengalami cegukan biasa adalah sama, namun kasus cegukan yang sulit berhenti lebih sering dialami oleh pria.
Jenis, Durasi, dan Penyebab Cegukan
Tidak semua cegukan itu sama. Perbedaan durasi dapat menunjukkan apakah kondisi tersebut normal atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut ini pengelompokkan durasi cegukan berdasarkan jurnal Etiologi dan Patofisiologi Kasus Intractable Hiccups pada Pasien Laki-laki 57 Tahun oleh Desy Iriani, Dkk.
1. Cegukan Akut
Jenis yang paling sering dialami. Biasanya hilang sendiri dalam hitungan menit dan tidak butuh obat atau penanganan medis lebih lanjut.
Jenis cegukan yang satu ini memiliki beberapa penyebab seperti distensi gaster, konsumsi alkohol dan minuman bersoda, minum minuman yang terlalu panas atau dingin, hingga ansietas dan stress.
2. Cegukan Persisten
Cegukan yang berlangsung terus-menerus selama 48 jam atau lebih. Kejadian cegukan jenis ini sekitar 20-60 kali permenit. Akibatnya pengidap akan ansietas depresi, dehidrasi, aspirasi, kesulitan bicara hingga mudah Lelah.
Cegukan persisten bisa berhubungan dengan penyakit patologi maupun gastrointestinal. Yaitu sistem saluran pencernaan yang memanjang dari mulut ke anus.
3. Cegukan Intractable
Kondisi yang lebih berat di mana seseorang cegukan selama lebih dari satu bulan. Pada keadaan ini, diperlukan penanganan medis dan evaluasi mendalam untuk mencari penyebabnya.
Jenis cegukan ini jarang ditemui. Jika terjadi memiliki efek serius jika tidak ditangani. Dapat berakibat depresi, ansietas, kurangnya kekuatan fisik, tidak konsentrasi hingga gangguan tidur dan makan.
Simak Video "Video Muzani Ungkap Permintaan Try Sutrisno Sebelum Wafat: Amandemen UUD 1945"
(csb/csb)