Fenomena Cegukan-Cara Mengobatinya, Cek di Sini!

Fenomena Cegukan-Cara Mengobatinya, Cek di Sini!

Annisaa Syafriani - detikSumbagsel
Jumat, 30 Jan 2026 19:00 WIB
Fenomena Cegukan-Cara Mengobatinya, Cek di Sini!
Ilustrasi cegukan (Foto: iStock)
Palembang -

Cegukan atau Singultus merupakan fenomena yang kerap terjadi sehari hari. Umumnya terjadi cegukan bukan merupakan kondisi yang serius hingga butuh pengobatan dokter. Meski tidak terlalu serius, fenomena cegukan dan cara mengobatinya perlu diketahui.

Dialnsir dari Evaluasi dan Tatalaksana Singultus oleh Finna Christianty, Dkk., Singultus atau cegukan merupakan bentuk refleks sistem saraf batang otak, saraf vagus, dan frenikus. Refleks tersebut kemudian menghasilkan suara khas cegukan.

Berikut ini rangkuman fenomena cegukan dan cara mengobatinya. Sehingga jika terkena cegukan dapat mengatasi secepat mungkin dan tidak mengganggu aktivitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Definisi dan Cara Kerja Cegukan

Dalam istilah medis cegukan disebut singultus. Fenomena ini bersifat umum, akut (terjadi mendadak), dan transien (cepat hilang). Karena sifatnya yang singkat, cegukan biasanya hanya sedikit mengganggu dan tidak memerlukan penanganan medis yang rumit.

Cegukan muncul akibat kontraksi atau kejang yang tidak disengaja pada otot diafragma (otot di bawah paru-paru) dan otot-otot di sela iga. Hal ini diikuti dengan penutupan katup pita suara secara sangat cepat, sehingga udara yang masuk tertahan dan memunculkan suara khas "hik".

ADVERTISEMENT

Cegukan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Bahkan, fenomena ini sudah dapat ditemukan pada bayi sejak masih dalam kandungan. Seiring bertambahnya usia, cegukan yang bersifat mendadak akan makin jarang terjadi.

Namun, jenis cegukan yang lebih lama (persisten) justru lebih banyak dijumpai pada kelompok usia dewasa. Secara statistik, kemungkinan pria dan wanita mengalami cegukan biasa adalah sama, namun kasus cegukan yang sulit berhenti lebih sering dialami oleh pria.

Jenis, Durasi, dan Penyebab Cegukan

Tidak semua cegukan itu sama. Perbedaan durasi dapat menunjukkan apakah kondisi tersebut normal atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut ini pengelompokkan durasi cegukan berdasarkan jurnal Etiologi dan Patofisiologi Kasus Intractable Hiccups pada Pasien Laki-laki 57 Tahun oleh Desy Iriani, Dkk.

1. Cegukan Akut

Jenis yang paling sering dialami. Biasanya hilang sendiri dalam hitungan menit dan tidak butuh obat atau penanganan medis lebih lanjut.

Jenis cegukan yang satu ini memiliki beberapa penyebab seperti distensi gaster, konsumsi alkohol dan minuman bersoda, minum minuman yang terlalu panas atau dingin, hingga ansietas dan stress.

2. Cegukan Persisten

Cegukan yang berlangsung terus-menerus selama 48 jam atau lebih. Kejadian cegukan jenis ini sekitar 20-60 kali permenit. Akibatnya pengidap akan ansietas depresi, dehidrasi, aspirasi, kesulitan bicara hingga mudah Lelah.

Cegukan persisten bisa berhubungan dengan penyakit patologi maupun gastrointestinal. Yaitu sistem saluran pencernaan yang memanjang dari mulut ke anus.

3. Cegukan Intractable

Kondisi yang lebih berat di mana seseorang cegukan selama lebih dari satu bulan. Pada keadaan ini, diperlukan penanganan medis dan evaluasi mendalam untuk mencari penyebabnya.

Jenis cegukan ini jarang ditemui. Jika terjadi memiliki efek serius jika tidak ditangani. Dapat berakibat depresi, ansietas, kurangnya kekuatan fisik, tidak konsentrasi hingga gangguan tidur dan makan.

Penyebab Utama yang Perlu Diwaspadai:

Penyebab pasti cegukan sebenarnya belum diketahui secara mutlak. Namun, banyak keadaan yang diduga menjadi pemicunya, antara lain:

1. Pola Makan

Lambung yang meregang (distensi) akibat makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, mengonsumsi makanan berlemak, atau minuman beralkohol.

2. Kondisi Tenggorokan

Adanya radang tenggorokan atau benda asing di telinga yang merangsang saraf.

3. Faktor Psikologis

Pada kasus cegukan yang lama (persisten), sekitar 20% diduga dicetuskan oleh masalah psikis seperti histeria, gangguan kepribadian, atau rasa cemas yang berlebihan. Sisanya (80%) biasanya disebabkan oleh masalah organ dalam tubuh.

Cara Mengobati Cegukan

Cegukan yang terjadi sesekali dan berlangsung singkat pada dasarnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika merasa terganggu ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Prinsip pengobatannya adalah mencari faktor penyebab dan melakukan terapi untuk meredakan gejalanya. Tatalaksana awal yang terbukti efektif dan tanpa efek samping adalah dengan memberikan rangsangan pada saraf di area tenggorokan, seperti:

1. Menahan Nafas: Menahan napas sejenak dapat membantu menenangkan otot diafragma.

2. Bernapas di Kantong Kertas: Cara ini meningkatkan kadar karbondioksida dalam darah yang dapat menghentikan refleks cegukan.

3. Minum Air Dingin atau Menelan Ludah: Memberikan sensasi pada kerongkongan.

4. Menghisap Lemon atau Merica: Menghirup zat yang merangsang bersin atau menghisap sesuatu yang asam bertujuan untuk mengalihkan saraf refleks penyebab cegukan.

5. Pijatan Leher: Memijat bagian belakang leher dengan lembut dapat membantu menghambat refleks cegukan yang timbul dari saraf di area tulang leher (C3-C5).

Pengobatan Medis Lanjutan

Jika cara-cara alami di atas tidak berhasil dan cegukan berlangsung lebih dari 2 hari, dokter mungkin akan menyarankan terapi lain. Berdasarkan literatur medis, teknik seperti akupuntur dan hipnosis disebutkan bisa efektif.

Dokter biasanya akan meresepkan golongan antipsikotik (seperti chlorpromazine atau haloperidol), obat yang bekerja pada sistem saraf (derivat GABA), atau obat lambung seperti proton pump inhibitor jika penyebabnya adalah asam lambung.

Fenomena cegukan adalah hal yang wajar. Namun, kunci utamanya adalah mengenali durasinya. Jika cegukan hilang dalam sekejap dengan bantuan air putih atau menahan napas.

Namun, jika "hik" tersebut menetap selama berhari-hari, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Itulah informasi seputar fenomena cegukan dan cara mengobatinya.

Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: PPATK Catat Perputaran Judol RI Capai Rp 286 T di 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(csb/csb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads