Tidak terasa momen yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh Indonesia akan segera tiba. Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Bulan Februari ini. Namun, belum ada informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintahan, tapi jika detikers ingin ibadahnya berjalan lancar, harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari.
Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama, Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang masuk ke dalam Hukum Islam yang ke-3. Bukan hanya sekedar wajib, ibadah ini memiliki banyak hikmah, salah satunya meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu.
Agar ibadah Puasa Ramadan anda berjalan lancar. Berikut detikSumbagsel rincikan jadwal ibadah puasa 2026. Yuk simak!
Prakiraan Puasa Ramadhan 2026
Dalam menentukan awal puasa Ramadan, Indonesia memiliki 2 pandangan yang berbeda. Ada Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. NU menentukan jadwal puasa menggunakan metode hisab imkanur rukyat atau perhitungan astronomi dan pengamatan hilal secara langsung. Sementara, Muhammadiyah menentukan dengan metode hisab hakiki dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Jika sesuai dengan KHGT, Ramadan akan jatuh pada tanggal 18 atau 19 Februari 2026. Sementara jika secara hilalnya, belum bisa ditentukan sebab metode baru akan dilakukan ketika akhir Bulan Sya'ban,
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia tahun 2026, puasa Ramadan akan berlangsung hingga 20 Maret 2026 dan lebaran akan jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Sementara menurut KGHT atau perhitungan Muhammadiyah menetapkan Idulfitri jatuh pada tanggal 20 Maret 2026.
Jadi, walaupun tidak sesuai dengan perkiraan, jadwal ini hanya sebagai gambaran saja. Pastinya Ramadan akan tetap tiba dan kita sebagai Umat islam harus mempersiapkannya dengan baik, agar ibadah detikers berjalan baik dan lancar.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Ramadan
Setelah lama tidak melakukan Puasa Ramadan, berikut kita ulas kembali tata cara melakukan Puasa Ramadan. Berikut penjelasannya:
1. Membaca Niat di malam hari atau ketika waktu sahur mulai dari Matahari terbenam hingga subuh. umumnya dilakukan pada saat sahur itu di jam 03.00 hingga Imsak/sebelum azan subuh.
Niat Puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala"
2. Makan Sahur, tidak diwajibkan. Namun, dianjurkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda
"Makanlah sahur kalian, karena dalam sahur terdapat berkah,"
3. Menghindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa seperti, minum, makan, dan tindakan-tindakan lain yang tidak diperbolehkan dalam islam.
4. Berbuka, saat berbuka, detikers harus melafalkan niat terlebih dahulu, niatnya berbunyi:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wabika amantu wa 'ala rizkika afthartu birahmatika ya arhamar rahimin
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizkiMu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang".
Atau:
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."
Simak Video "Misbakhun: Puasa Menjadikan Kekuatan Untuk Berbuat Lebih Baik"
(dai/dai)