Prediksi Jadwal Puasa 2026 Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

Prediksi Jadwal Puasa 2026 Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Jumat, 30 Jan 2026 17:01 WIB
Prediksi Jadwal Puasa 2026 Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Foto: Ilustrasi Ramadan (Getty Images/iStockphoto/Choreograph)
Palembang -

Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Februari 2026. Menjelang bulan suci tersebut, umat Islam mulai menantikan kepastian awal puasa agar dapat mempersiapkan diri menyambut Ramadan.

Dilansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang masuk ke dalam hukum Islam yang ke-4. Karena itu, penentuan awal Ramadan menjadi penting dan dinantikan setiap tahunnya.

Hingga kini, pemerintah dan NU belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan tanggal awal puasa berdasarkan metode hisab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai prediksi awal Ramadan 2026, berdasarkan versi pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.

Prediksi Awal Ramadhan 2026

1. Versi Pemerintah

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, awal puasa 2026 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika dihitung mundur dari hari ini, Rabu (28/1), puasa 2026 tersisa 22 hari lagi.

ADVERTISEMENT

Namun, penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada 29 Syaban. Penentuan tersebut dilakukan melalui metode hisab dan rukyatul hilal di sejumlah titik pemantauan di Indonesia.

2. Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih belum mengumumkan prediksi awal puasa 2026.

Dalam Penetapannya, NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yang menggabungkan perhitungan hisab dan rukyatul hilal. Dengan demikian, kepastian awal Ramadan akan diputuskan setelah pemantauan hilal pada 29 Syaban.

3. Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 2026.

Mengacu pada Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan merujuk pada standar Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT)

Aturan Penentuan Awal Puasa

Dilansir dari situs Cendikia Kemenag RI dan detikhikmah, terdapat 2 cara menentukan datangnya bulan Ramadan yakni rukyatul hilal dan hisab. Berikut ini penjelasannya:

1. Melalui Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal merupakan proses melihat bulan secara langsung pada akhir bulan Syaban. Cara tersebut disebut juga dengan nama Imkanur Rukyat. Secara bahasa, rukyat berarti melihat dengan mata dan hilal adalah bulan sabit. Penentuan awal puasa melalui metode ini dilakukan dengan cara melihat secara langsung lewat pemantauan bulan berbentuk sabit atau belum.

Biasanya Kemenag akan menentukan titik tertentu di penjuru Indonesia untuk melihat kemunculan hilal. Pengamatan hilal dilakukan pada hari ke-29 atau malam ke-30 bulan Syaban. Jika hilal tidak nampak, maka hitungan bulan Syaban genap menjadi 30 hari. Namun, ketika hilal sudah terlihat, maka dapat ditetapkan malam berikutnya sudah masuk Ramadan.

2. Melalui Hisab

Cara kedua adalah dengan menggunakan metode hisab atau penghitungan peredaran bulan terhadap bumi yang dilakukan oleh ahli astronomi. Metode ini disebut juga dengan nama Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Penetapan dengan metode ini meyakini bahwa terdapat hilal walaupun tidak terlihat dengan mata telanjang selama memenuhi kriteria tertentu.

Terdapat 3 kriteria atau syarat dalam penentuan dengan metode hisab. Pertama, telah terjadi ijtimak atau konjungsi. Kedua, ijtimak atau konjungsi itu terjadi sebelum matahari terbenam. Terakhir, pada saat terjadi proses matahari terbenam, piringan bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah muncul).

Tata Cara Melaksanakan Puasa Ramadan

Berikut, tata cara untuk melakukan puasa Ramadan, antara lain:

1. Membaca Niat Puasa

Membaca Niat di malam hari atau ketika waktu sahur mulai dari Matahari terbenam hingga subuh. umumnya dilakukan pada saat sahur itu di jam 03.00 hingga Imsak/sebelum azan subuh.

Niat Puasa Ramadhan:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ω‡ΩŽΨ°ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ©Ω لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala"

2. Melaksanakan Sahur

Makan sahur, tidak diwajibkan. Namun, dianjurkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda

"Makanlah sahur kalian, karena dalam sahur terdapat berkah,"

3. Jauhi Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti, minum, makan, dan tindakan-tindakan lain yang tidak diperbolehkan dalam islam.

4. Berbuka

Saat berbuka, detikers harus melafalkan niat terlebih dahulu, niatnya berbunyi:

Ψ°ΩŽΩ‡ΩŽΨ¨ΩŽ Ψ§Ω„ΨΈΩ‘Ω€ΩŽΩ…ΩŽΨ§ΩΩ” ΩˆΩŽΨ§Ψ¨Ω’ΨͺΩŽΩ„Ω‘Ω€ΩŽΨͺِ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩΨ±ΩΩˆΩ‚ΩΨŒ وَثَبَΨͺَ Ψ§Ω„Ω’Ψ§ΩŽΩ”Ψ¬Ω’Ψ±Ω إِنْ شَاَؑ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω

Latin: Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."

Demikian informasi mengenai prediksi awal Ramadan 2026 versi pemerintah, NU. dan Muhammadiyah. Semoga berguna ya.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Menag Minta Perbedaan Awal Puasa Ramadan Tak Timbulkan Perpecahan"
[Gambas:Video 20detik]
(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads