Kanker Serviks: Pengertian, Penyebab, Gejala hingga Cara Mencegahnya

Aldekum Fatih Rajih - detikSumbagsel
Rabu, 10 Des 2025 09:30 WIB
Foto: Ilustrasi kanker serviks (Getty Images/SewcreamStudio)
Palembang -

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang tumbuh pada bagian ujung bawah rahim atau serviks yang terhubung langsung dengan vagina. Penyakit ini dapat menyerang semua perempuan, terutama yang sudah aktif secara seksual, tanpa batasan usia.

Pada umumnya, kanker adalah kelompok penyakit yang terjadi ketika sel-sel tubuh mengalami pertumbuhan tidak normal, berkembang secara tidak terkendali, bahkan dapat menyerang jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh lain dalam istilah medis hal itu dikenal dengan proses metastasis.

Berikut ini detikSumbagsel rangkum pengertian, penyebab dan cara mencegah kanker serviks.

Pengertian Kanker Serviks

Dilansir website RS Pondok Indah, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita Indonesia. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 15 ribu kasus kanker serviks (leher rahim) ditemukan di Indonesia tiap tahunnya.

Kanker pada leher rahim ini biasanya baru akan menunjukkan gejala dan membuat penderitanya memeriksakan diri ke dokter ketika sudah menyebar pada bagian lain.

Awalnya pertumbuhan sel kanker pada organ reproduksi wanita ini tidak menunjukkan gejala apa pun, hingga kemunculan gejala awalnya, yang terjadi kurang lebih dalam waktu beberapa minggu hingga tahun kemudian.

Pemeriksaan kandungan secara rutin sesuai dengan arahan dokter kandungan biasa merupakan langkah awal skrining kanker serviks. Adanya hasil yang tidak normal (abnormal) maupun mencurigakan pada pemeriksaan PAP-Smear bisa menjadi salah satu tanda adanya gejala kanker serviks stadium awal. Namun, hasil tersebut tetap perlu dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan lain serta keluhan dan kondisi pasien.

Penyebab Kanker Serviks

Dikutip dari website Ciputra Hospital, kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim yang menghubungkan rahim dan dinding vagina. Kanker ini memiliki penyebab dan gejala yang tidak disadari sebelumnya. Penyebab paling umum kanker serviks adalah akibat infeksi virus HPV.

Kanker ini tidak hanya menyerang wanita yang berusia di atas 45 tahun, namun juga dapat terjadi pada remaja atau wanita yang aktif secara seksual pada usia di bawah 20 tahun.

Ini menjadi salah satu penyebab kanker serviks di usia muda yang sering terjadi. Tidak hanya itu saja, beberapa perilaku di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker serviks.

1. Sering Berganti Pasangan Seksual

Memiliki aktivitas seksual dan sering berganti pasangan dapat meningkatkan risiko kanker serviks sebesar 10 kali lipat. Semakin banyak jumlah pasangan seksual akan semakin besar pula Anda terkena HPV.

Ini termasuk juga pada wanita yang melakukan aktivitas seksual dengan pria yang sering berganti pasangan. Akibatnya adalah memicu kondiloma akuminata atau kutil kelamin. Fakta mengungkapkan bahwa sebagian besar wanita dan pria yang aktif berhubungan seksual, maka dalam hidupnya mungkin beberapa kali mengalami infeksi HPV.

2. Mengonsumsi Pil KB Cukup Lama

Penggunaan pil KB dalam waktu terlalu lama menyebabkan kanker serviks dengan risiko dua kali lipat lebih besar. Pil KB memiliki manfaat bagi Anda yang ingin menunda kehamilan dan melancarkan menstruasi agar lebih teratur.

Sebab itu, mengonsumsi pil KB perlu pengawasan dan konsultasi dokter untuk mengurangi risiko wanita terkena kanker serviks. Hal ini juga penting untuk mengurangi efek samping yang terjadi.

3. Memiliki Riwayat Kehamilan

Salah satu penyebab kanker serviks adalah adanya riwayat kehamilan. Ini terjadi pada seseorang yang hamil di usia muda yang berumur di bawah 17 tahun. Risiko kanker serviks dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan wanita yang hamil di usia 25 tahun ke atas.

Wanita yang sudah lebih dari tiga kali hamil juga memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks. Hal ini terjadi karena sistem hormon dan kekebalan tubuh yang mulai melemah.

4. Suka Merokok

Kebiasaan yang bisa memicu kanker serviks, salah satunya adalah merokok. Ketika infeksi HPV menyerang orang yang merokok, infeksi ini cenderung bertahan lebih lama dan sangat kecil kemungkinan untuk sembuh. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh virus HPV.

Orang yang tidak merokok (perokok pasif) juga memiliki risiko terkena kanker serviks. Ini disebabkan oleh asap rokok yang dihirup atau terkena paparan secara langsung.

5. Pola Makan yang Buruk

Pola hidup tidak sehat seperti merokok, sering mengonsumsi gorengan, dan kecanduan alkohol dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. Kebiasaan yang memicu kanker serviks ini bisa dicegah dengan menjaga gaya hidup sehat. Ada yang perlu menghindari makanan penyebab kanker serviks, misalnya daging olahan (sosis, kornet), makanan bertepung, alkohol, dan makanan cepat saji.

6. Adanya faktor genetik

Faktor penyebab kanker serviks lainnya adalah adanya faktor genetik. Sebagai contoh, salah satu anggota keluarga dekat Anda mengidap kanker serviks, maka kemungkinannya Anda dapat berisiko hingga 2-3 kali lipat lebih besar.

Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu mencegah infeksi HPV sehingga diturunkan kepada generasi berikutnya.

7. Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang lemah mengakibatkan tubuh kesulitan untuk melawan infeksi HPV. Pada kondisi ini infeksi HPV cenderung menetap dalam tubuh dan berkembang menjadi sel-sel kanker.

Jika dibandingkan dengan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh normal, maka peluang risiko terkena kanker serviks sekitar dua sampai tiga kali lipat. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga sistem imun tubuh agar tetap sehat dengan menjalani pola hidup sehat.

8. Mengonsumsi Obat Anti Keguguran

Jika sedang hamil dan mengonsumsi obat diethylstilbestrol untuk mencegah potensi keguguran, maka berisiko terkena infeksi HPV. Hal ini berkaitan dengan jenis kanker serviks bernama adnenokarsinoma sel jernih.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu, ibu hamil sebaiknya berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan saat kehamilan.

9. Kegemukan atau Obesitas

Skrining kanker serviks sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Sebab, rendahnya hasil pemeriksaan prakanker dan menyebabkan meningkatkan risiko kanker lebih tinggi.

Sebagian besar yang terinfeksi pada akhirnya akan sembuh secara spontan dan tidak menimbulkan gejala. Namun, infeksi yang terjadi secara terus-menerus bisa berkembang menjadi sel-sel kanker serviks pada rahim wanita.

Sementara itu, dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, sekitar 85% orang dewasa yang aktif secara seksual berisiko terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup.

Namun, tidak semua jenis HPV berbahaya. Hanya tipe berisiko tinggi yang dapat bertahan dalam tubuh dan memicu kanker jika tidak terdeteksi sejak dini.



Simak Video "Video: Kemendukbangga Dorong Vaksinasi HPV Serentak untuk Lawan Kanker Serviks"


(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork