Hujan adalah salah satu bentuk rahmat terbesar dari Allah SWT yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup. Dalam Islam, ketika terjadi kekeringan atau musim kemarau panjang, umat dianjurkan untuk memohon pertolongan dengan memanjatkan doa meminta hujan.
Menurut pandangan syariat, air hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan sumber kehidupan dan keberkahan. Ketika hujan tak kunjung turun, kondisi tersebut menjadi sarana introspeksi diri bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, istigfar, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut ini kumpulan doa meminta hujan yang telah detikSumbagsel rangkum untuk detikers lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta sumber hadisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandangan Islam dan Anjuran Saat Kekeringan
Dalam ajaran Islam, tertahannya hujan sering kali berkaitan dengan kondisi spiritual manusia. Oleh karena itu, sebelum atau saat memohon diturunkan hujan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut:
- Memperbanyak Istigfar: Memohon ampun atas segala dosa dan kehilafan.
- Memperbanyak Sedekah: Menunjukkan kepedulian sosial kepada sesama.
- Menjauhi Perbuatan Maksiat: Bertaubat dan kembali kepada perintah agama.
- Memperbaiki Hubungan Sosial: Menguatkan tali silaturahmi dan saling memaafkan.
Adab Berdoa Minta Hujan Sesuai Sunnah
Saat menunaikan sholat meminta hujan (istisqa) maupun berdoa secara mandiri, terdapat beberapa adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
1. Mengangkat Kedua Tangan Tinggi: Posisi imam atau orang yang berdoa mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi dengan menghadapkan punggung telapak tangan ke arah langit.
2. Membalikkan Selendang: Membalikkan posisi selendang atau pakaian luar (kanan ke kiri) sebagai simbol harapan perubahan dari kekeringan menjadi kesuburan.
3. Merendahkan Diri: Menunjukkan sikap tunduk, butuh, dan sangat mengharapkan rahmat-Nya.
Kumpulan Doa Meminta Hujan Lengkap
1. Doa Agar Hujan Menambah Berkah
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Arab Latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi'â
Artinya: "Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat."
2. Doa yang Berisi Permintaan Hujan yang Menyuburkan, Tidak Membahayakan, dan Bermanfaat
اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ
Arab Latin: Allahummasqinaa ghaitsaan mughiitsaam marii-an marii'an naafi'aan ghaira dhaarrin 'aajilaan ghaira aajilin
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda." (HR.Abu Dawud dan Ahmad)
3. Doa Saat Hujan Deras agar Tidak Terjadi Banjir
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Arab Latin: Allāhumma hawālainā wa lā 'alainā. Allāhumma 'alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon."
4. Doa Ketika Awan Mendung
اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ
Arab Latin: Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba 'adzâbin
Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab." (HR.Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai)
5. Doa Rasulullah SAW Saat Meminta Hujan
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهِيمَتَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Arab Latin: Allahumma-sqi 'ibādaka wa bahīmataka, wansyur raḥmataka, wa aḥyi baladakal mayyit
Artinya: "Ya Allah, berilah minum kepada hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati." (HR. Abu Dawud)
Memanjatkan doa meminta hujan merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Dengan mengamalkan doa-doa di atas sesuai ajaran Rasulullah SAW, diharapkan rahmat dan keberkahan air hujan dapat kembali membasahi bumi.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
