Isu Narkoba di Balik Suhartina Tak Lulus Bacawabup Maros Dibantah Golkar

Sahrul Alim - detikSulsel
Minggu, 08 Sep 2024 09:00 WIB
Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari. Foto: (dok. Instagram @hatinyamaros)
Maros -

Bakal calon wakil bupati (bacawabup) petahana Suhartina Bohari dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam tes kesehatan Pilkada Maros 2024. Muncul isu narkoba jadi penyebab Suhartina tidak lulus, namun langsung dibantah Golkar.

Status TMS Suhartina sebagai pendamping petahana Bupati Maros Chaidir Syam itu disampaikan KPU Maros setelah menyerahkan hasil pemeriksaan dokumen administrasi kepada tim Chaidir-Suhartina di Kantor KPU Maros, Sabtu (7/9). Suhartina dinyatakan TMS untuk hasil tes kesehatan.

"Kami telah memberikan hasil pemeriksaan dokumen dan kesehatan kepada tim pasangan calon, dan status untuk bakal pasangan calon bupati memenuhi syarat dan bakal pasangan calon wakil bupati tidak memenuhi syarat," ujar Ketua KPU Maros Jumaedi kepada detikSulsel, Sabtu (7/9/2024).

Jumaedi tidak menjelaskan lebih jauh perihal masalah kesehatan yang membuat Suhartina tidak lulus tes kesehatan. Dia mengaku KPU tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskannya.

"Tidak bisa kami sampaikan kalau untuk itunya (penyebabnya). Intinya itu kesehatan. Tidak memenuhi syarat pada wilayah kesehatan. Kami tidak mengeluarkan (menyampaikan) secara spesifik untuk itu," tambahnya.

Karena status TMS itu, KPU Maros pun merekomendasikan kepada tim paslon untuk melakukan pergantian bakal calon wakil bupati. KPU memberikan waktu 3 hari untuk menentukan pengganti Suhartina.

"Kami sampaikan tadi ke tim paslon kami beri waktu 3 hari untuk melakukan pergantian sesuai regulasi," ucapnya.

Golkar Tak Yakin karena Narkoba

Golkar Sulsel kemudian menanggapi status Suhartina yang dinyatakan TMS dalam tes kesehatan. Golkar mengaku tidak yakin Suhartina TMS karena positif narkoba seperti isu beredar.

"Ah tidaklah (diduga narkoba), masa dia persiapkan diri maju wakil bupati dia konsumsi itu, bunuh diri namanya itu," ujar Ketua Bappilu DPD Golkar Sulsel La Kama Wiyaka kepada detikSulsel, Sabtu (7/9).

"Kalau narkoba deteksinya minimal 6 bulan masih ada reaksinya di dalam kalau dia pakai itu. Jadi tidaklah, saya tidak pastikan tidak yah, tapi secara logika tidaklah soal itu," kata La Kama.

La Kama justru menduga ada faktor penilaian lain dari tim medis sehingga Suhartina dinyatakan tidak memenuhi syarat. Dia mengaku sudah meminta pengurus Golkar Maros untuk melakukan penelusuran sebab khawatir ada kesalahan teknis.

"Mungkin ada hal lain, bisa saja salah ceklis dokternya, siapa tahu, kita belum tahu kepastiannya ini. Iya, saya sudah WA tadi itu pengurus di Maros segera diantisipasi, ditelusuri apa penyebabnya," katanya.

Dia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut soal penyebab Suhartina TMS. La Kama mengaku tak menyangka hasil tersebut, terlebih Suhartina selama ini rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Belum kita tahu karena itu kan persoalan administrasi yang belum kita dapat. Kan di administrasi ada itu, apanya yang menyebabkan TMS. Dia itu rajin check up," ujarnya.

Jubir Paslon Chaidir-Suhartina untuk Pilkada Maros, Chaerul Syahab mengaku tidak mengetahui kebenaran isu Suhartina positif narkoba. Dia mengatakan pihaknya belum mendapatkan penjelasan lebih rinci.

"Sejauh ini kami belum dijelaskan secara rinci yang kami tahu beliau di-TMS-kan karena gangguan kesehatan," kata Chaerul saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Mungkin tim Kesehatan atau KPU Maros yang bisa menjelaskan itu secara rinci dan detail," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



Simak Video "Video: Anggota DPRD Maros Diperiksa Bawaslu soal Dugaan Hina Pemilih Kotak Kosong"

(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork