Sebanyak 327 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 116 resmi ditarik dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para mahasiswa KKN tersebut telah menjalani pengabdian selama 40 hari.
Prosesi penarikan berlangsung di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, Senin (17/8). Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa KKN yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Maros, bersama puluhan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN.
"Rasanya baru kemarin kita menerima mahasiswa untuk KKN di Maros, sekarang sudah penarikan, Meski demikian, saya berharap mahasiswa dapat memperoleh banyak pengalaman selama berada di lokasi," ujar Bupati Maros Chaidir Syam saat momen pelepasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap pengalaman selama berada di tengah masyarakat memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus menjadi pembelajaran penting di luar lingkungan kampus. Ia juga meminta mahasiswa tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah desa dan kelurahan meskipun masa KKN telah selesai.
"Hubungan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan kontribusi mahasiswa dan Unhas bagi masyarakat, terlebih Kabupaten Maros memiliki kedekatan geografis dengan Kota Makassar," kata Chaidir.
Ratusan Mahasiswa Unhas 40 Hari Mengabdi
Perwakilan DPK KKN gelombang 116 Kabupaten Maros, Ishaq Rahman turut memberi apresiasi kepada Pemkab Maros dalam momen penarikan mahasiswa KKN. Dia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam proses pengabdian mahasiswa.
"Sebagai DPK sekaligus atas nama Universitas Hasanuddin, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas penerimaan, dukungan, dan bantuan pemerintah Kabupaten Maros selama KKN," ujar Ishaq Rahman saat memberi apresiasi kepada pemerintah daerah setempat.
Selama 40 hari pengabdian, mahasiswa menjalankan berbagai program tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan daerah. KKN Gelombang 116 di Maros mencakup lima fokus utama, yakni pemberdayaan desa, perubahan iklim, Keterbukaan Informasi Publik (KIP), infrastruktur pekerjaan umum, serta hukum.
"Sebanyak 327 mahasiswa sebelumnya ditempatkan di 14 kecamatan di Maros," jelasnya.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah KKN Tematik KIP yang mendorong penguatan tata kelola informasi publik di tingkat desa dan kelurahan. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Leang-leang, Kurusumange, Lekopancing, Adatongeng, Boribellaya, dan Turikale.
"Mahasiswa antara lain membantu pengembangan website informasi publik, penguatan data, serta peningkatan kapasitas aparatur dalam mengelola informasi," katanya.
