Tampang Pasrah Bang Jago Pemukul Pasutri gegara Senggolan Mobil di Makassar

Tampang Pasrah Bang Jago Pemukul Pasutri gegara Senggolan Mobil di Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 03 Feb 2026 06:41 WIB
Tampang Pasrah Bang Jago Pemukul Pasutri gegara Senggolan Mobil di Makassar
Pria pukul pasutri di jalanan Makassar saat ditangkap. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Iwan Nomba Palino (53) hanya bisa pasrah saat dijemput polisi di rumahnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Iwan ditangkap usai memukul pasangan suami istri (pasutri) inisial SU dan YU karena mobilnya bersenggolan di jalanan.

Insiden terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu (31/1) sekitar pukul 19.30 Wita. Polisi yang menerima laporan penganiayaan itu kemudian menangkap Iwan di rumahnya, Jalan Pampang 2 pada Minggu (1/2) malam.

"Iya ditangkap di rumahnya tadi malam," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka kepada detikSulsel, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditangkap, pelaku terlihat pasrah difoto bersama anggota Jatanras sebelum digiring ke Polrestabes Makassar. Pelaku memiliki badan kekar dengan postur tubuh yang cukup tinggi.

Iwan tampak mengenakan celana pendek berwarna putih dengan sandal jepit warna hitam. Dia juga mengenakan jaket hitam dengan dalaman kaos abu-abu.

ADVERTISEMENT

Momen Iwan Pukul Pasutri

Aksi Iwan memukul pasutri terebut terekam video oleh anak korban. Dalam video beredar, pelaku awalnya terlibat cekcok dengan korban. Iwan berjalan sambil menunjuk-nunjuk dan mendorong SU.

Sang istri yang melihat ketegangan itu kemudian mencoba mendekat dan membela suaminya. Pelaku lalu kembali menunjuk-nunjuk keduanya sambil adu mulut.

Namun sang suami menepis tangan pelaku saat istrinya ikut ditunjuk-tunjuk pelaku. Hingga akhirnya pelaku tampak tak bisa menahan emosi dan langsung melakukan pemukulan.

Iwan memukul SU secara bertubi-tubi sebanyak tiga kali. Pukulan terakhirnya juga terlihat mengenai YU yang berusaha melerai. Sementara SU yang terkena pukulan di bagian wajah langsung tersungkur di jalan.

Melihat kejadian itu, anak korban langsung turun dari mobil dan berusaha membantu kedua orang tuanya. Kejadian itu tampak disaksikan oleh sejumlah pengendara lain yang singgah untuk melerai.

Kronologi Mobil Senggolan-Terjadi Penganiayaan

Ipar korban berinisial AR, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku video itu direkam oleh anak korban berinisial NA yang berada di dalam mobil.

"Kronologisnya sesuai dengan yang di caption video beredar. Itu direkam langsung oleh anak korban. Ada dua anak korban di dalam mobil saat kejadian, mereka bergantian merekam karena ada yang keluar mobil saat orang tuanya dipukul," kata AR kepada detikSulsel, Senin (2/2).

Dalam narasinya, anak korban yang merekam video mengaku dalam perjalanan menggunakan mobil pribadi di Jalan Urip Sumoharjo. Mobilnya saat itu berada di depan mobil abu-abu yang dikendarai pelaku dengan nomor polisi DD 1153 UM.

"Saat itu, posisi kendaraan kami berada di lajur kanan, sementara di sisi kiri terdapat sebuah bus besar. Di belakang kendaraan kami terdapat sebuah mobil berwarna abu-abu," tulis anak korban dalam video beredar.

Pelaku diduga berniat berpindah ke lajur kanan karena terhalang oleh bus. Namun, ketika melakukan manuver, bagian belakang kendaraannya terserempet oleh mobil abu-abu tersebut.

"Setelah kejadian serempetan, kendaraan kami berhenti. Ibu turun dari mobil untuk melihat kondisi kendaraan dan memastikan situasi," lanjutnya.

Namun, pengemudi mobil abu-abu tersebut justru menunjukkan gelagat hendak meninggalkan lokasi kejadian. Khawatir pelaku melarikan diri, ibunya menepuk badan mobil tersebut agar pengemudi berhenti.

"Menanggapi hal tersebut, pengemudi mobil abu-abu marah dan berteriak, lalu meminta agar kendaraan dipinggirkan. Kami kemudian menepikan kendaraan sesuai permintaan," jelasnya.

Kedua orang tuanya lalu turun dari mobil untuk memeriksa keadaan mobilnya yang diserempet. Ayahnya lebih dahulu berbicara kepada pelaku untuk menyelesaikan masalah dengan baik-baik.

"Namun, pengemudi tersebut tidak memberi kesempatan ayah berbicara, dan justru mendekat dengan sikap agresif serta mendorong dada ayah," katanya.

"Melihat situasi mulai memanas, ibu berusaha melerai dan menenangkan keadaan. Akan tetapi, pengemudi mobil abu-abu tersebut ikut marah kepada ibu, menunjuk-nunjuk dengan nada mengancam," sambungnya.

Ayahnya mau menepis tangan pelaku yang menunjuk-nunjuk istrinya. Namun pengemudi secara tiba-tiba melakukan pemukulan secara brutal.

"Secara tiba-tiba, pengemudi mobil abu-abu tersebut melakukan pemukulan secara brutal ke arah ayah dengan beberapa kali pukulan keras yang dilakukan secara cepat dan agresif. Akibat kejadian tersebut, ibu juga terkena pukulan," katanya.

Setelah melakukan penganiayaan, justru pelaku meminta agar masalah ini diselesaikan di kantor polisi. Namun saat dalam perjalanan, pelaku justru kabur meninggalkan lokasi.

"Setelah itu, pengemudi mobil abu-abu sempat mengatakan agar masalah ini diselesaikan di kantor polisi (polsek), dan hal tersebut kami setujui. Namun, saat kami bersiap untuk mengikuti, pengemudi mobil abu-abu tersebut justru pergi meninggalkan lokasi kejadian," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3
(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads