Citra Sidrap 'Sarang' Passobis Bikin Bupati Terusik

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 05 Sep 2026 08:30 WIB
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Foto: detikSulsel
Sidrap -

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), belakangan kerap dikaitkan dengan komplotan passobis alias pelaku penipuan online. Citra tersebut sontak membuat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif terusik.

Citra Sidrap sebagai 'sarang' passobis salah satunya mencuat setelah kreator konten bernama Ronal Lionnardo alias King Ronal membongkar sindikat tersebut. Sejumlah pelaku passobis yang pernah ia bongkar identitasnya itu berbasis di Sidrap.

Aksi King Ronal membongkar jaringan sindikat penipuan online diunggah melalui akun YouTube-nya lewat sejumlah video. Salah satu konten videonya menampilkan King Ronal memperlihatkan upaya saat mencocokkan data dan melacak lokasi hingga menemukan terduga foto pelaku.

Sejumlah terduga pelaku yang berhasil dilacak lokasinya berada di wilayah Sidrap dan Wajo, Sulsel. King Ronal juga berhasil mengambil gambar wajah terduga pelaku yang diduga masih di bawah umur.

"Lagi-lagi Wajo, Sulawesi Selatan. Leppangeng, di tengah sawah. Sebelumnya kita pernah di Rappang (Sidrap). Dekat-dekat banget," kata King Ronal usai mengklaim membongkar alamat terduga pelaku.

Setelah mengungkap lokasi dan wajah pelaku, King Ronal langsung menghubungi Polsek setempat. Dia lantas mengirimkan data tersebut ke kepolisian.

12 Passobis Asal Sidrap Ditangkap Polda Jabar

Belum lama ini, aksi passobis dibongkar Polda Jabar dengan menetapkan 12 tersangka asal Sidrap. Sindikat passobis itu diungkap Direktorat Reserse Siber Polda Jabar berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/1395/2025 tertanggal 22 Juli 2026 atas nama pelapor FFK, serta laporan nomor LP/B/1424 tertanggal 25 Juli 2026 atas nama NM.

"Dari pengungkapan tersebut, diamankan sekitar 20 orang. Dari hasil pemeriksaan dan persesuaian dengan bukti-bukti lain, yang terbukti terlibat adalah sebanyak 12 orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Wadirresiber Polda Jabar AKBP Mujianto seperti dilansir dari detikJabar, Senin (24/8).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menuturkan, kedua laporan tersebut memiliki kesamaan modus operandi, yaitu penawaran kendaraan melalui Facebook yang diawali dari unggahan, berlanjut ke Direct Message (DM), hingga berakhir pada proses diskusi dan transaksi via WhatsApp.

Pelaku berpura-pura sebagai anggota TNI untuk memuluskan aksi kejahatannya. Penyamaran itu dilakukan untuk meyakinkan korbannya dengan memposting sesuatu yang berhubungan dengan profesinya.

"Pelaku ini mengaku sebagai anggota TNI dan menggunakan identitas tersebut untuk meyakinkan korban. Dalam postingannya di media sosial, yang bersangkutan menampilkan baju dinas TNI," ujar Hendra.

"Ia juga mem-posting barang bukti yang seakan-akan merupakan senjata api, tetapi setelah kita cek itu murni mainan dan tidak berfungsi untuk melakukan penembakan. Ini adalah salah satu cara untuk meyakinkan korban," ungkapnya.

Sementara itu, Polres Sidrap menanggapi 12 passobis yang dibongkar Polda Jabar. Polres Sidrap menilai langkah Polda Jabar adalah hal yang wajar karena seluruh korban berdomisili di wilayah Jawa Barat.

"Kebetulan memang ada laporan polisinya di Jawa Barat," kata Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda dalam konferensi pers, dikutip Kamis (27/8).

Simak Video "Video Kisah WNI Eks Pekerja Penipuan Online Kamboja: Dipukul-Tak Diberi Makan"


(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork