Bupati Lawan Stigma Sidrap 'Sarang' Passobis, Klaim Pemkab Tak Tinggal Diam

Bupati Lawan Stigma Sidrap 'Sarang' Passobis, Klaim Pemkab Tak Tinggal Diam

Muhclis Abduh - detikSulsel
Jumat, 04 Sep 2026 15:00 WIB
Sekretaris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Foto: (dok. KPU Sulsel)
Sidrap -

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif merespons stigma negatif yang mengaitkan daerahnya dengan 'sarang' aktivitas penipuan online atau passobis. Syahar mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pendekatan untuk mengembalikan citra Sidrap menjadi lebih positif.

"Tentu stigma negatif yang beberapa minggu ini itu beredar di media sosial. Saya sebagai Bupati Sidrap, apresiasi dan mendukung para penegak hukum untuk menindak para pelaku aktivitas penipu online atau sobis," kata Syahar kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Ia mencontohkan laporan penipuan yang baru-baru ini ditindaklanjuti aparat. Menurut Syahar, korban dalam kasus tersebut merupakan warga Sidrap, namun lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas pelaku berada di Kabupaten Wajo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua hari lalu begitu ada laporan masuk dan langsung Pak Kapolres bergerak dan ternyata lokasi yang kena tipu orang Sidrap, lalu didapatkan lokasi titiknya di Wajo dan KTP-nya pun bukan orang Sidrap. Nah, maka Pak Kapolres sudah meneruskan dan saya sampaikan, kalau soal ini menjadi domain penegak hukum, kami siap mendukung," ungkapnya.

Syahar menegaskan Pemkab Sidrap tidak akan melindungi pelaku jika memang terbukti melakukan tindak pidana. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

"Kalau ada sesuatu yang dilihat yang tidak baik dan itu terkait dengan unsur negatif terutama penipuan online segera datang dilaporkan ke aparat penegak hukum," paparnya.

Syahar pun meminta kepala dusun, kepala desa, kepala lingkungan, lurah, hingga tokoh masyarakat ikut berperan mengawasi lingkungan masing-masing. Jika menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan passobis, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

"Karena tentu begitu ada laporan, karena ini delik aduan, begitu ada laporan langsung ditindaklanjuti oleh Pak Kapolres," jelasnya.

Dia lantas mengungkap telah melakukan berbagai pendekatan untuk mencegah masyarakat, khususnya generasi muda terlibat dalam aktivitas negatif dalam satu tahun delapan bulan kepemimpinannya. Pendekatan tersebut dilakukan melalui sektor ekonomi, pendidikan, keagamaan, hingga sosial kemasyarakatan.

"Dengan Sidrap sebagai lumbung beras, kita naikkan produksinya, kita naikkan pendapatan masyarakat untuk menghindari adanya godaan-godaan hukum tertentu untuk mengajak anak-anak muda untuk terlibat di situ," ujarnya.

Selain itu, Ketua DPW NasDem Sulsel ini juga mengaku terus mendorong anak-anak yang putus sekolah agar kembali mendapatkan pendidikan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam kegiatan negatif.

"Kami meng-upgrade di sektor pendidikan ini agar supaya anak-anak tidak sekolah itu kita dorong supaya kembali sekolah agar tidak mau terlibat unsur-unsur kegiatan negatif," tegasnya.

Di sektor keagamaan, Pemkab Sidrap menjalankan program Sidrap Berkah dengan melibatkan para ulama dan tim dakwah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Para ulama turun melakukan penyampaian kepada masyarakat agar hal-hal yang negatif di Sidrap selama ini terstigma kurang baik.

"Insyaallah lewat dakwah, lewat pendekatan keagamaan itu bisa hilang di tengah-tengah masyarakat," ungkap mantan wakil ketua DPRD Sulsel ini.

Ia berharap stigma negatif yang mengaitkan Sidrap dengan sobis dapat dihapus. Pemkab, kata dia akan terus mendorong masyarakat mengembangkan sektor pertanian, industri pengolahan, dan UMKM.

"2026-2027 kita niatkan dan kita upayakan masyarakat Sidrap yang terstigma bukan dari pendapatan penipuan online dan sobis, tapi masyarakat Sidrap itu bekerja keras lewat lumbung berasnya, lewat lumbung telurnya, lewat kegiatan industri pengolahan berasnya, lewat kegiatan-kegiatan usaha UMKM masyarakat," tegasnya.

Diketahui, konten kreator bernama Ronal Lionnardo alias King Ronal sebelumnya membongkar sindikat penipuan online atau passobis yang berbasis di Kabupaten Sidrap dan Wajo. Polda Sulsel juga langsung bergerak melakukan penyelidikan terkait hal tersebut setelah Polda Jawa Barat (Jabar) turut menangkap 12 passobis asal Sidrap.

"Untuk tindak lanjut pembongkaran jaringan pelaku, Polda Sulsel bersama Polda Jabar terus berkoordinasi," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto kepada wartawan, Rabu (26/8).

Kombes Didik menegaskan, kasus yang diungkap Polda Jabar menjadi dasar untuk mengungkap jaringan para pelaku. Pihaknya juga berupaya melakukan pencegahan agar warga tidak terjebak ulah pelaku

"Mengingat penangkapan awal sudah terbuka, kami akan menindaklanjuti untuk pengungkapan lebih jauh, termasuk mengantisipasi jika ada korban dari wilayah Sulawesi Selatan," tuturnya.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads