Tanggal 6 September 2026 Memperingati Apa? Cek Hari Pentingnya di Sini!

Tanggal 6 September 2026 Memperingati Apa? Cek Hari Pentingnya di Sini!

Iswandy Rusli - detikSulsel
Minggu, 06 Sep 2026 07:30 WIB
Kalender September 2026
Foto: Screenshot/Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag
Makassar -

Terdapat sejumlah momen penting yang diperingati pada 6 September 2026, mulai dari peristiwa bersejarah hingga yang menyoroti persoalan sosial.

Lantas, tanggal 6 September memperingati hari apa saja?

Tanggal 6 September 2026 jatuh pada hari Minggu berdasarkan kalender Masehi. Pada tanggal ini, tidak ada hari nasional yang diperingati di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, sejumlah negara memiliki peringatan nasional yang jatuh pada tanggal tersebut. Selain itu, terdapat pula momen yang diperingati secara global.

ADVERTISEMENT

Dalam artikel ini, detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 6 September 2026, lengkap dengan ulasannya. Yuk, simak selengkapnya untuk mengetahui sejarah, makna, dan pesan di balik berbagai peringatan tersebut.

Hari Kesadaran Buta Warna Sedunia

Hari Kesadaran Buta Warna Sedunia diperingati setiap 6 September secara global. Tahun ini perayaan tersebut jatuh pada hari Minggu.

Hari Kesadaran Buta Warna Sedunia pertama dicetuskan pada tahun 2015 oleh Colour Blind Awarness. Melansir laman resminya, peringatan Hari Kesadaran Buta Warna adalah kesempatan untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran tentang orang-orang yang buta warna.

Tanggal 6 September sendiri dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun John Dalton. Ia merupakan seorang ilmuwan yang lahir pada tanggal 6 September 1766. Ia adalah orang pertama yang diketahui menyadari keberadaan buta warna.

Sebagai seorang ilmuwan, ia menyadari bahwa baik dirinya maupun saudara laki-lakinya tidak melihat warna dengan cara yang sama seperti orang lain. Ia berpikir ini karena mereka memiliki cairan biru di mata mereka. Kini buta warna juga dikenal sebagai Daltonisme untuk mengenang dirinya.

Hari Membaca Buku Nasional

Tanggal 6 September diperingati sebagai Hari Membaca Buku Nasional di Amerika Serikat. Hari ini mengajak para pencinta buku untuk menikmati hobi favorit mereka.

Meskipun Hari Membaca Buku Nasional diyakini berasal dari Amerika Serikat, detail mengenai sejarah peringatannya masih belum diketahui secara pasti. Namun, satu hal yang jelas adalah kecintaan masyarakat Amerika terhadap buku.

Bagi banyak orang, peringatan ini menjadi momen yang dinantikan karena 81% masyarakat mengaku tidak menghabiskan waktu membaca sebanyak yang mereka inginkan. Karena itu, hari ini menjadi kesempatan yang tepat untuk menyisihkan sedikit waktu dan mengejar ketertinggalan dari daftar buku yang ingin dibaca.

Popularitas klub buku juga menunjukkan bahwa kecintaan terhadap buku terus bertahan. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1600-an melalui kelompok kajian Alkitab yang diikuti perempuan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas membaca semakin memiliki unsur sosial, salah satunya berkat pengaruh Oprah Winfrey's Book Club.

Sejak dimulai pada 1996, klub buku Oprah telah merekomendasikan 70 buku yang menghasilkan penjualan lebih dari 55 juta dolar AS dan disebut turut menginspirasi jutaan orang untuk membaca.

Lebih dari 74% masyarakat Amerika telah membaca setidaknya satu buku dalam 12 bulan terakhir. Kesibukan sehari-hari memang kerap menjadi penghalang untuk membaca karena banyak aktivitas lain yang juga menyita waktu. Untungnya, kehadiran platform elektronik membuat aktivitas membaca menjadi lebih mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja. Saat ini, hampir 20% buku yang dibaca dikonsumsi melalui platform elektronik. Apa pun format yang Anda sukai, ambil atau unduh buku yang berada di urutan teratas daftar bacaan Anda, lalu mulailah membaca!

Hari Kemerdekaan Eswatini

Tanggal 6 September menandai peringatan Hari Kemerdekaan Eswatini, sebuah negara di Afrika bagian selatan. Melansir laman National Today, peringatan ini awalnya di sebut Hari Kemerdekaan Swaziland.

Peringatan ini menandai kemerdekaan Swaziland dari Inggris pada 1968, setelah Inggris menguasai wilayah tersebut sejak 1903. Inggris menjadikan Swaziland sebagai protektorat setelah pemerintahan Boer runtuh pada akhir Perang Anglo-Boer.

Swaziland kemudian memperoleh kemerdekaan secara resmi sebagai bagian dari Persemakmuran. Hari kemerdekaan ini juga dikenal sebagai Somhlolo Day atau Sobhuza Day.

Eswatini, yang sebelumnya dikenal sebagai Swaziland, merupakan negara terkecil kedua di Afrika. Negara ini kehilangan sebagian besar wilayahnya setelah Konvensi Pretoria pada 1881 menjamin kemerdekaannya.

Negara ini mengadopsi konstitusi pertamanya pada 1964, yang kemudian mendorong berbagai gerakan menuju kemerdekaan. Setelah merdeka, pemerintahan sendiri mulai diterapkan berdasarkan konstitusi baru yang disahkan pada 1967.

Eswatini merupakan salah satu negara di Afrika yang tidak menerapkan demokrasi multipartai dan masih mempertahankan sistem monarki absolut. Raja Swazi memegang kekuasaan pemerintahan dan dapat mengeluarkan keputusan melalui dekret.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads